Alexander Zverev Kalahkan Ben Shelton untuk Meraih Gelar US Open

Alexander Zverev
Alexander Zverev - Jerman

New York | EGINDO.co – Alexander Zverev mengalahkan Ben Shelton 6-3, 7-6 (7/2), 5-7, 6-2 untuk menjuarai US Open pada hari Minggu (13 September), sekaligus menghapus kenangan pahit kekalahan di Flushing Meadows dengan meraih gelar Grand Slam keduanya.

Petenis unggulan teratas asal Jerman itu—yang pada tahun 2020 sempat hanya berjarak dua poin dari gelar juara US Open namun akhirnya kalah dalam pertarungan lima set yang menyakitkan melawan Dominic Thiem—kini melengkapi koleksi trofinya dengan gelar US Open, menyusul gelar French Open yang ia raih tahun ini.

Ia menggagalkan upaya Shelton untuk menjadi petenis putra AS pertama dalam 23 tahun yang mengangkat trofi Grand Slam.

Shelton, yang kini berusia 23 tahun, bahkan belum genap berusia satu tahun ketika Andy Roddick mengangkat trofi US Open 2003, yang menjadi kemenangan turnamen utama terakhir bagi petenis putra AS.

Harapan sempat membumbung tinggi bahwa Shelton bisa mengakhiri puasa gelar tersebut setelah kemenangan epik lima set di perempat final melawan juara bertahan Carlos Alcaraz, serta kemenangan dramatis setelah sempat tertinggal saat melawan rekan senegaranya, Frances Tiafoe, di semifinal.

Namun, keunggulan Zverev dalam menguasai seluruh area lapangan terbukti terlalu tangguh bagi Shelton, meskipun ia mendapat dukungan dari penonton bertabur bintang di Stadion Arthur Ashe yang berusaha menyemangati petenis Amerika itu untuk meraih kemenangan.

Berkat dukungan tersebut, Shelton bangkit di set ketiga dengan meminimalisir kesalahan-kesalahan yang sebelumnya dimanfaatkan secara kejam oleh Zverev.

Saat melakukan servis untuk mempertahankan set tersebut, Zverev tertinggal 0-40. Shelton memukul bola terlalu jauh keluar lapangan pada kesempatan *set point* pertamanya, namun pada kesempatan kedua, pukulan *forehand volley* Zverev melebar. Shelton berhasil melakukan *break* pertamanya dalam pertandingan itu dan laga pun berlanjut ke set keempat.

Zverev segera merespons; ia membuat Shelton kewalahan lewat reli panjang 24 pukulan hingga akhirnya Shelton memukul *backhand* yang melebar, yang menyebabkan ia kehilangan servisnya pada gim pembuka set keempat.

Meski sudah unggul lewat *break* tersebut, Zverev tetap merasakan tekanan, baik dari kegigihan Shelton maupun dari sikap penonton yang memihak lawan.

Pada kedudukan 30-30 di gim keempat, ia menerima peringatan pelanggaran waktu saat bersiap melakukan servis, namun ia berhasil mengabaikan gangguan itu dan memenangkan gim tersebut lewat pukulan *backhand* menyilang yang tajam, yang membawanya unggul 3-1. Ia melaju menuju garis finis sambil mengangkat kedua lengannya sebagai tanda kemenangan, setelah Shelton memukul bola pengembalian servis hingga keluar lapangan pada *match point*, dan akhirnya ia pun mendapat sorak-sorai meriah dari penonton.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top