Aktifkan Kembali Forum, RI – AS Sepakat Gelar TIFA 2024

Mendag Zulkifli Hasan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Katherine Tai. (Foto: Humas Kemendag)
Mendag Zulkifli Hasan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Katherine Tai. (Foto: Humas Kemendag)

Semarang | EGINDO.co – Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan usulan untuk mengaktifkan kembali forum kerja sama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat melalui Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang terhenti sejak 2018. Usulan tersebut disambut baik oleh Amerika Serikat (AS). Indonesia memandang forum TIFA penting sebagai forum konsultasi bilateral antara Indonesia dan AS untuk membahas isu spesifik mengenai perdagangan dan investasi.

Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan pada pertemuan bilateral dengan Duta Besar Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (Unites States Trade of Representative/USTR) Katherine Tai yang berlangsung Senin, (21/8/2023) di sela-sela Pertemuan ke-55 Menteri Ekonomi ASEAN dan Pertemuan Terkait Lainnya (the 55th ASEAN Economic Minister’s Meeting and Related Meetings) di Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga :  Jenderal AS Tinggalkan Afghanistan, Simbolis Akhiri Perang

Dalam siaran pers Menteri Perdagangan RI yang dikutip EGINDO.co disebutkan mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono; Staf Khusus Mendag, Bara Krishna Hasibuan; dan Direktur Perundingan Bilateral, Johni Martha.

“Kami sepakat untuk melaksanakan forum bilateral Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) pada 2024,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Amerika Serikat meminta dukungan Indonesia atas perundingan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) untuk dapat selesai sebelum Pertemuan Tingkat Menteri IPEF bulan November di San Fransisco, Amerika Serikat.

Pihak AS menyampaikan perhatiannya pada perkembangan sektor perdagangan digital. Kedua negara saling bertukar informasi mengenai cakupan regulasi dan mekanisme perdagangan digital yang diharapkan dapat melindungi pelaku UMKM.

Baca Juga :  Saham Asia Terpuruk, Investor Bertaruh Pada Suku Bunga Turun

Mendag Zulkifli Hasan juga meminta AS untuk dapat menarik gugatannya atas isu produk hortikultura (DS477/DS478) di World Trade Organization (WTO). “Indonesia telah mematuhi keputusan dan rekomendasi Badan Penyelesaian Sengketa WTO dengan menyesuaikan Undang-Undang, Peraturan Menteri Pertanian, dan Peraturan Menteri Perdagangan. Indonesia berharap AS dapat segera menutup gugatan isu produk pertanian,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Duta Besar Katherine Tai menyampaikan harapan AS agar isu produk holtikultura dapat segera menemukan konsensus agar sengketa impor hortikultura antara Indonesia dan AS dapat segera selesai sehingga tidak menghambat akses pasar di kedua negara.

Total perdagangan Indonesia-AS pada periode Januari–Juni 2023 tercatat sebesar USD 17,18 miliar. Sementara total perdagangan Indonesia-AS pada 2022 tercatat sebesar USD 39,80 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar 28,18 miliar dan impor Indonesia dari AS sebesar USD 11,61. Di tahun tersebut Indonesia surplus neraca perdagangan USD 16,57 miliar terhadap AS.

Baca Juga :  China Peringatkan Bendungan Yang Dihantam Badai Bisa Runtuh

Produk ekspor utama Indonesia ke AS yaitu minyak sawit (USD 1,7 miliar), alas kaki kulit (USD 1,2 miliar), alas kaki bahan kain (USD 1,1 miliar), ban (USD 943 juta), dan krustasea (USD 942 juta). Sedangkan impor utama Indonesia dari AS yaitu kedelai (USD 1,3 miliar), residu pati (USD 360 juta), susu dan krim (USD 300 juta), kapas (USD 255 juta), serta tepung (USD 251 juta).@

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :