Akses Tarutung – Sibolga Sudah Dapat Dilalui, Pengguna Jalan Harus Tetap Waspada

Akses Tarutung - Sibolga sudah sapat dilalui. (Foto: Dok Kementerian PU)
Akses Tarutung - Sibolga sudah sapat dilalui. (Foto: Dok Kementerian PU)

Medan | EGINDO.com – Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada 25 November 2025 lalu yang membuat jalur logistik Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Sibolga Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi putus total lebih dari satu bulan lamannya.

Kini akses pada ruas Tarutung – Sibolga dilaporkan sudah mulai berangsur pulih dan dapat dilalui oleh masyarakat. Namun, pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu di wilayah pegunungan Sumatra Utara.

Mengutip siaran pers dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) menyebutkan telah melakukan aksi cepat tanggap dalam menangani darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Utara.

Disebutkan fokus utama penanganan adalah memulihkan konektivitas pada ruas jalan nasional yang sempat terputus total. Salah satu titik krusial yang menjadi fokus pemulihan adalah ruas Tarutung – Sibolga sepanjang 69 km dimana jalur itu merupakan urat nadi logistik dan mobilitas yang menghubungkan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga.

Dijelaskan Hutama Karya telah menerjunkan sedikitnya 72 personel yang terdiri dari tim pelaksana, tim keselamatan (HSE), hingga operator alat berat. Medan yang berat dan cuaca ekstrem tidak menyurutkan petugas untuk melakukan pembersihan material longsoran. Berbagai alat berat canggih seperti excavator PC300, wheel loader, hingga steel sheet pile dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses jalan yang tertimbun. Tak hanya sekadar membersihkan jalan, tim di lapangan juga melakukan pelebaran badan jalan dan pembuatan saluran air di area jembatan guna mencegah bencana susulan.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa percepatan penanganan di masa darurat adalah prioritas utama demi menjamin distribusi logistik tidak terhambat.

Dikatakannya langkah itu dilakukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan secara bertahap. Penanganan darurat adalah bagian dari komitmen memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.

Mardiansyah dalam keterangan resminya mengatakan dalam proses penanganan tersebut, Hutama Karya tidak hanya bekerja secara manual. Tim di lapangan juga melakukan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik. Teknologi itu digunakan untuk memetakan kondisi lapangan secara akurat guna mendukung penanganan permanen yang lebih andal di masa mendatang.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top