Akselerasi Distribusi Pangan: 8.000 Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi Pekan Ini

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan paparan saat Rapat Koordinasi Terbatas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jakarta, Rabu (14/10/2026)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan paparan saat Rapat Koordinasi Terbatas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jakarta, Rabu (14/10/2026)

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah terus mengebut pengoperasian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai garda terdepan rantai distribusi barang kebutuhan pokok dan komoditas bersubsidi di tingkat desa. Sebanyak 8.000 unit Kopdes ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada pekan ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa dari sekitar 29.000 unit bangunan fisik Kopdes yang telah selesai dibangun, 8.000 unit di antaranya kini memasuki tahap akhir pemenuhan pasokan barang serta penyempurnaan infrastruktur logistik.

“Kopdes ini merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi seperti pupuk, gula, minyak goreng, dan gas LPG. Saat ini kelengkapan 8.000 Kopdes terus dipenuhi, termasuk kesiapan armada logistik seperti truk, mobil pick-up, hingga bentor,” ujar Zulkifli seusai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Penyalur Utama Beras SPHP dan Bantuan Pangan

Selain mengampu komoditas bersubsidi reguler, 8.000 Kopdes pada tahap awal ini difungsikan sebagai titik penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.

Fasilitas ini juga ditugaskan mendistribusikan Bantuan Pangan beras gratis sebanyak 1 juta ton kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kelompok Desil 1 hingga 4. Masa berlaku program bantuan ini resmi diperpanjang hingga akhir tahun. Mengingat besarnya volume komoditas, proses pengisian stok dilakukan secara bertahap selama beberapa pekan mendatang.

Pelibatan TNI dan Target Akhir Tahun

Cepatnya pembangunan puluhan ribu unit Kopdes tidak lepas dari keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Langkah ini diambil secara terukur guna menghindari mekanisme tender yang berbelit dan berisiko memicu kendala hukum yang dapat menunda penyelesaian proyek.

Dengan dukungan TNI, pemerintah optimistis dapat memenuhi target pembangunan 35.000 hingga 40.000 unit Kopdes di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini.

Monitoring Serentak dan Pengawalan Intensif

Guna memastikan operasional tahap awal berjalan optimal, pemantauan serentak digelar mulai Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 perwakilan lintas kementerian, Pangdam, gubernur, bupati, hingga jajaran camat dan kepala desa.

“Fokus utama pemantauan selama 8 hari ke depan adalah mengevaluasi kesiapan 8.000 Kopdes, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan alur distribusi berjalan lancar,” tegas Zulkifli.

Pemerintah juga mendirikan Posko Komando 24 Jam yang dipimpin oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk mengawal operasional selama satu bulan penuh. Posko ini bertugas menyampaikan laporan harian guna mengantisipasi serta menangani potensi hambatan (bottleneck) secara cepat.

Sebagai langkah pendampingan jangka panjang, pengelolaan Kopdes akan dibimbing secara intensif oleh Agrinas selama 1 hingga 2 tahun pertama. Pendampingan ini bertujuan membangun kapabilitas kewirausahaan pengelola di tingkat desa sebelum koperasi dilepas untuk beroperasi secara mandiri dan profesional. (Sn)

Scroll to Top