Jakarta|EGINDO.co Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tidak merasa khawatir terhadap munculnya isu adanya pihak ketiga yang berupaya “mendegradasi” perekonomian Indonesia. Ia memastikan, kondisi fundamental ekonomi nasional hingga saat ini tetap berada dalam jalur yang kuat.
Menurut Airlangga, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan ketahanan yang solid, sehingga narasi yang berupaya menurunkan persepsi terhadap ekonomi Indonesia dinilai tidak berdasar.
“Enggak khawatir,” ujar Airlangga saat ditemui di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Fundamental Dinilai Tetap Kokoh
Ia menjelaskan, stabilitas ekonomi Indonesia masih terjaga, ditopang oleh konsumsi domestik, kinerja ekspor, serta investasi yang terus bergerak positif. Pemerintah juga menilai daya beli masyarakat relatif stabil, seiring inflasi yang terkendali dan program stimulus yang berlanjut.
Dalam kerangka kebijakan publik, istilah mendegradasi kerap digunakan untuk menggambarkan upaya sistematis yang dapat menurunkan kualitas kinerja ekonomi, kepercayaan pasar, maupun persepsi investor. Namun, Airlangga menilai isu tersebut tidak memengaruhi arah kebijakan maupun optimisme pemerintah.
Proyeksi Pertumbuhan Triwulan I Lebih Baik
Lebih lanjut, Menko Perekonomian memproyeksikan kinerja ekonomi pada triwulan pertama 2026 akan mencatatkan hasil yang lebih baik dibandingkan triwulan keempat 2025. Optimisme ini didorong oleh:
-
Akselerasi belanja pemerintah di awal tahun
-
Konsumsi rumah tangga pasca-periode libur akhir tahun
-
Aktivitas manufaktur yang mulai meningkat
-
Berlanjutnya proyek strategis nasional
Sejumlah indikator dini (leading indicators) seperti indeks keyakinan konsumen dan PMI manufaktur juga menunjukkan tren ekspansif.
Sentimen Eksternal Tetap Diwaspadai
Meski optimistis, pemerintah tetap mencermati dinamika global, termasuk perlambatan ekonomi mitra dagang dan volatilitas pasar keuangan internasional. Namun, struktur ekonomi domestik yang ditopang pasar dalam negeri dinilai mampu meredam gejolak eksternal.
Sejalan dengan pernyataan Airlangga, sejumlah laporan media seperti Kompas dan CNBC Indonesia sebelumnya juga menyoroti kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global, terutama karena konsumsi domestik yang dominan serta stabilitas sektor keuangan.
Pemerintah Jaga Kepercayaan Pasar
Pemerintah menegaskan akan terus menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter, termasuk:
-
Pengendalian inflasi
-
Stabilitas nilai tukar rupiah
-
Insentif investasi dan hilirisasi
-
Perlindungan daya beli masyarakat
Langkah tersebut diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menangkal berbagai sentimen negatif yang berpotensi mengganggu persepsi pasar.
Dengan berbagai indikator yang masih positif, pemerintah meyakini ekonomi Indonesia tetap berada di lintasan yang aman dan prospektif pada awal 2026. (Sn)