Jakarta | EGINDO.com – Ada sebanyak 140 orang korban hilang akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera, kini pencariannya dihentikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Seiring dengan perubahan status tersebut, operasi pencarian terhadap 140 korban yang masih dinyatakan hilang resmi dihentikan.
Hal itu dikatakan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan merinci bahwa total korban meninggal dunia akibat bencana di tiga provinsi tersebut mencapai 1.204 jiwa, sementara 140 orang hilang, dan 105.000 jiwa lebih masih mengungsi. Operasi pencarian dihentikan seiring dengan masuknya fase transisi menuju pemulihan.
“Ini yang hilang sudah tidak ada lagi operasi pencarian pertolongan, sudah dihentikan oleh Basarnas, oleh tim gabungan, karena sekarang sudah masuk masa transisi menuju pemulihan. Jadi tidak ada lagi di provinsi semuanya, tiga-tiganya sudah mencabut status tanggap darurat,” katanya dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026) lalu.
Dijelaskan meski mayoritas wilayah sudah mencabut status tanggap darurat, Suharyanto mencatat masih ada tiga kabupaten di Aceh menyandang status tersebut, diantaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya. Ditegaskannya perubahan status menjadi transisi darurat menuju pemulihan tidak akan mengurangi dukungan bantuan dari pemerintah pusat. Ia memastikan BNPB tetap berpegang pada PP Nomor 21 Tahun 2008 dalam menyalurkan dukungan logistik maupun anggaran di lapangan.
Ditegaskannya lagi meskipun yang lainnya sudah transisi menuju pemulihan, bukan berarti BNPB mengurangi bantuan. “Kami berpegang kepada PP Nomor 21/2008, yang dimaksud dengan kedaruratan itu adalah siaga darurat, kemudian tanggap darurat, dan transisi darurat menuju pemulihan,” katanya menegaskan.
BNPB memastikan penggunaan dana siap pakai (DSP) masih bisa diakses secara optimal selama masa transisi ini berlangsung. Untuk tanggap darurat dan transisi darurat menuju pemulihan itu untuk dukungan dari pemerintah pusat lewat BNPB melalui dana siap pakai itu tidak berkurang, dan bisa diberikan apabila memang betul-betul dibutuhkan di lapangan.@
Bs/timEGINDO.com