Abai Konsentrasi Berkendara,Potensi Tabrakan Beruntun Di Tol

Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP (P) Budiyanto SSOS.MH
Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP (P) Budiyanto SSOS.MH

Jakarta|EGINDO.co AKBP (P) Budiyanto S.SOS,MH ( Pemerhati masalah transportasi dan hukum ) menjelaskan, Kasus tabrakan beruntun ( kecelakaan melibatkan lebih dari 2 kendaraan ) sering terjadi di jalan tol yang pada umumnya diakibatkan oleh pengemudi yang abai terhadap jarak aman.

Jarak aman berkendara adalah jarak dianana antara mobil yang didepan dan dibelakangnya memilki ruang cukup apabila kendaraan didepannya memperlambat atau mengerem secara mendadak kendaraan dibelakangnya mampu mengerem atau menghindar dari kasus tabrakan atau kecelakaan.

Beberapa aturan mengkonfirmasi bagaimana caranya menjaga jarak aman.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur tentan jarak aman dan jarak minimal aman secara eksplisit sudah diatur, misal: kendaraan bermotor dengan kecepatan 100 km / jam, jarak aman antara mobil satu dengan dibelakangnya 100 m, dan jarak minimal aman: 80 m.

Baca Juga :  LTMPT: Pengumuman Hasil SNMPTN Pukul 15.00 WIB

Ada juga teori jaga jarak aman dengan menggunakan teori 3 ( tiga ) detik.

Berikut penjabaranya: perintah dari Otak ke kaki untuk melakukan pengereman dibutuhkan waktu: 0,5 detik sampai dengan 1 detik, kerja mekanik dibutuhkan waktu: 0,5 detik sampai dengan 1 detik, untuk kemudian kendaraan sampai berhenti dibutuhkan waktu: 0,5 sampai dengan 1 detik.

ilustrasi 3 detik

Teori 3 ( tiga ) detik apabila dikonversi dengan jarak kendaraan dengan kecepatan 100 km / jam dibutuhkan jarak aman: 84 m.

Jarak aman bukan satu – satunya syarat untuk menghindari tabrakan beruntun tapi yang tidak kalah penting adalah pada saat mengemudi tetap dalam konsentrasi penuh.

Fakta yang terjadi bahwa pada umumnya setiap pengendara di jalan tol sangat jarang sekali yang mampu mengemudikan kendaraan dengan menjaga jarak aman. Sehingga apabila kendaraan didepannya memperlambat kendaraan dengan cara mengerem mendadak, kendaraan dibelakangnya tidak mampu menghindar atau bermanuver sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Baca Juga :  Rusli Tan: Penghasilan Dipajak, Sekolah Jangan Dipajak Lagi

Selama ini bahwa tabrakan beruntun terjadi karena pengemudi saat mengemudikan kendaraan abai dalam menjaga jarak aman dan menurunnya konsentrasi sehingga pada saat dihadapkan pada pengemudi
kendaraan didepannya melakukan pengereman mendadak tidak mampu untuk bermanuver / menghindar atau mengerem dengan sempurna.

Jagalah jarak aman pada saat mengemudi kendaraan dengan tetap dalam konsentrasi penuh sehingga pada saat ada kejadian pengemudi didepannya memperlambat dengan mendadak / mengerem mendadak bisa di antisipasi dengan cara menghindar, bermanuver atau melakukan pengeremen dengan sempurna sehingga terhindar dari tabrakan beruntun. [ Sadarudin ]

Bagikan :