Abadikan Wilayah Perbatasan, Membuahkan Penghargaan

Hasil Foto Karya Pattrick dalam gelaran acara Clyproyek
Hasil Foto Karya Pattrick dalam gelaran acara Clyproyek

Jakarta | EGINDO.co – Fotografi kini jadi bagian yang tak terpisahkan dengan pariwisata. Instagram, aplikasi berbagi foto, menjadi media sosial pilihan untuk inspirasi wisata. Guna memaksimalkan advertensi pariwisata, fotografi harus memperhatikan sejumlah aspek seperti pencahayaan, komposisi pengambilan foto dan sudut pengambilan foto. Sehingga seorang fotografer dituntut untuk memiliki kecakapan dalam teknik pengambilan foto tersebut.

Memotret wilayah perbatasan dengan Negara Malaysia, keindahan alam yang berada Kabupaten Nunukan membuahkan penghargaan bagi Pattrick Jossia NS, mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina. Ia menyabet juara favorit dalam Lomba Foto Jurnalistik Universitas Gadjah Mada dalam gelaran acara Clayproyek, yang bertemakan kawasan industri hijau.

“Pemilihan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai objek fotografi, memiliki beragam potensi yang dapat dipromosikan ke khalayak luas. Selain keindahan wisata alam seperti air terjun Binusan dengan beragam tingkat, wilayah Nunukan juga terkenal dengan Bukit Teletubies, berbagai pantai serta bangunan monumental,” kata Pattrick dalam siaran pers UPER yang dikirim kepada EGINDO.co kemarin.

Baca Juga :  Fed AS Umumkan Kenaikan Suku Bunga Terbesar Sejak 1994

Hasil karya Pattrick tersebut memperlihatkan suasana di wilayah pedesaan yang bahkan tidak tersentuh sama sekali dari teknologi. Padahal Indonesia merupakan salah satu tingkat pengguna teknologi yang cukup tinggi terutama dalam penggunaan internet yang mencapai 212,9 juta jiwa.

“Tujuan saya dari memotret hal tersebut yaitu untuk menyampaikan pesan kepada publik bahwa kehidupan yang jauh dari Internet justru memberikan rasa ketentraman dan kebahagiaan bagi diri kita,” kata Pattrick.

Keberhasilannya dalam perhelatan lomba fotografi tersebut juga didukung atas motivasi Pattrick untuk memperkenalkan wilayah kampung halamannya, serta kecintaan terhadap dunia fotografi yang telah berjalan sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sejak saat itu Patrick aktif dalam mengikuti perlombaan fotografi yang membawa dirinya juara di berbagai perlombaan.

Baca Juga :  Pemudik Ngamuk, Antrean Masuk Kapal Diserobot Mobil Mewah

“Saya sudah mulai giat di dunia fotografi sejak kecil. Namun, sewaktu mulai masuk ke bangku perkuliahan saya sempat merasa khawatir tidak dapat dukungan dan mengasah ketertarikan saya. Nyatanya Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina, justru memiliki kurikulum yang telah disinergikan dengan tren kebutuhan masa kini salah satunya seni foto dalam menyampaikan pesan,” katanya.

Dosen sekaligus praktisi dalam bidang produksi konten, Muhammad Nur Ahadi, M.I.Kom., menyampaikan bahwa dalam kurikulum Universitas Pertamina telah didukung dengan fasilitas teknologi berbasis multimedia dan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Di Universitas Pertamina, terdapat mata kuliah yang telah di sinergikan dengan kebutuhan industri di tengah tingginya gencaran teknologi informasi, di antaranya adalah mata kuliah produksi konten, produksi iklan, dan komunikasi visual. Mata kuliah praktikal tersebut bertujuan untuk mengasah kreativitas dan cara berpikir sistematis mahasiswa sehingga mampu menyampaikan pesan komunikasi visual secara efektif,” kata Ahadi menjelaskan.@

Baca Juga :  Harga Minyak Naik 1% Di Tengah Kekhawatiran Pasokan Ketat

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :