Austin,TX| EGINDO.co – Tesla akan menambah satu giliran kerja (shift) produksi untuk berupaya menyelesaikan pesanan Cybertruck yang belum terpenuhi, sebelum lini produksi tersebut dibongkar tahun depan guna perluasan produksi Cybercab, ungkap CEO Elon Musk pada hari Sabtu.
“Jumlah pesanan Cybertruck yang belum dipenuhi saat ini jauh melampaui kapasitas produksi Tesla sebelum lini tersebut dibongkar untuk perluasan produksi Cybercab sekitar bulan Juni/Juli tahun depan,” tulis Musk dalam sebuah unggahan di platform X.
“Kami akan menambah satu giliran kerja ekstra agar semua pesanan dapat diselesaikan tepat waktu,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Musk mengatakan bahwa Tesla akan mengurangi produksi Cybertruck di pabriknya di Texas dan mengalihkan sumber daya untuk Cybercab—sebuah taksi robot (robotaxi) berkapasitas dua penumpang yang menjadi inti dari ambisi perusahaan tersebut di bidang kendaraan otonom.
Cybercab merupakan salah satu taruhan utama Musk dalam upayanya mengubah Tesla menjadi perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan robotika, alih-alih sekadar produsen mobil.
Cybertruck, yang mulai sampai ke tangan pelanggan pada akhir 2023, belum mampu memenuhi ekspektasi awal Musk. Menurut Kelley Blue Book, penjualan di Amerika Serikat turun menjadi sekitar 20.000 unit tahun lalu—jauh di bawah prediksi awal Musk yang menargetkan penjualan 250.000 unit per tahun.
Sejak diluncurkan, pikap berbahan baja tahan karat (stainless steel) ini juga telah menghadapi serangkaian penarikan kembali (recall) dan masalah kualitas, sementara desainnya yang tidak konvensional membatasi prospek pemasarannya di luar negeri, termasuk di Eropa.
Sumber : CNA/SL