Sofyan Tan: MPR Harus Menjadi Rumah Kebangsaan yang Menyatukan Aspirasi Rakyat

Sofyan Tan memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Kebangsaan MPR RI bertema Mengenal MPR RI, Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat, di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan, Komplek CBD Polonia, Medan
Sofyan Tan memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Kebangsaan MPR RI bertema Mengenal MPR RI, Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat, di Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan, Komplek CBD Polonia, Medan

Medan | EGINDO.com – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan menegaskan bahwa MPR harus menjadi rumah kebangsaan yang mampu mempertemukan berbagai aspirasi masyarakat dalam semangat musyawarah dan kepentingan bersama. Di tengah keberagaman Indonesia, MPR memiliki peran penting untuk memastikan perbedaan pandangan tidak menjadi pemisah, melainkan kekuatan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

“MPR itu adalah rumah kebangsaan. Tempat bertemunya aspirasi serta perbedaan pandangan dalam membangun kekuatan bangsa,” kata Sofyan Tan pada Sabtu (7/11/2026) saat memberikan sambutan pembuka dalam acara Sarasehan Kebangsaan MPR RI bertema Mengenal MPR RI, Memahami Peran, Fungsi, dan Kewenangan MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Konstitusi, dan Penjaga Kedaulatan Rakyat, di lantai 4 Aula Rumah Aspirasi dr Sofyan Tan, Komplek CBD Polonia, Medan.

Menurut Sofyan Tan, MPR merupakan wadah permusyawaratan yang merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia. Dengan masyarakat yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang, aspirasi rakyat perlu dihimpun melalui wakil-wakilnya untuk kemudian dipertemukan dan dirumuskan demi mencapai tujuan negara.

Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan sila keempat Pancasila, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Musyawarah bukan sekadar mencari suara terbanyak, melainkan proses mendengarkan, mempertimbangkan, dan menemukan keputusan yang paling bijaksana serta adil bagi semua pihak.

Sofyan Tan juga mengingatkan bahwa tradisi musyawarah telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia. Marhata-hata di Batak Toba, runggu bagi suku Karo, rembug desa, kerapatan adat nagari, hingga subak di Bali menjadi contoh bahwa kebiasaan bermufakat dan bekerja sama telah menjadi bagian dari kearifan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka.

Sofyan Tan menilai, pemahaman masyarakat terhadap peran MPR perlu terus diperkuat. MPR bukan hanya lembaga yang hadir dalam momentum kenegaraan, tetapi juga memiliki tugas memasyarakatkan nilai-nilai Empat Pilar, mengkaji sistem ketatanegaraan, serta menyerap aspirasi masyarakat, daerah, dan lembaga negara. “Salah satu upaya peningkatan pemahaman tersebut adalah melakukan sarasehan kebangsaan seperti hari ini dan dilakukan di Rumah Aspirasi Anggota MPR yang berada di daerah pemilihan,” tegas ungkap Sofyan Tan.

Dosen Pancasila Universitas ST Bhinneka Lisnawati Ginting SH MH, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa representasi merupakan bagian penting dalam demokrasi Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas, suara rakyat disalurkan melalui wakil-wakilnya agar beragam kebutuhan dan kepentingan dapat dibahas dalam mekanisme kenegaraan.

Lisnawati juga menekankan bahwa musyawarah merupakan tradisi yang berakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Semangat kekeluargaan dan gotong royong menjadi landasan untuk menghormati perbedaan serta mencari titik temu. Rumah kebangsaan, menurutnya, bukan berarti seluruh warga harus memiliki pandangan yang sama, melainkan mampu hidup bersama dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.

Hadir dalam acara Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto SE, MPsi, Pandapotan Tamba SH, MH, dan Rektor Universitas ST Bhinneka Bobby Christian Halim ST, SH, MH, CPM. Peserta sarasehan terdiri atas mahasiswa yang berasal dari Deli Serdang dan berkuliah di sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Acara ditutup dengan sesi diskusi bersama narasumber.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top