Rupiah Melemah, Harga Energi Melonjak: Apindo Peringatkan Ekspansi Bisnis Terancam Tertahan

Ilustrasi Tekanan ekonomi global, pelemahan rupiah, dan kenaikan harga energi membayangi ekspansi dunia usaha di Indonesia.
Ilustrasi Tekanan ekonomi global, pelemahan rupiah, dan kenaikan harga energi membayangi ekspansi dunia usaha di Indonesia.

Jakarta|EGINDO.co Tekanan ekonomi global mulai membayangi langkah ekspansi dunia usaha di Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak dunia, serta melambatnya permintaan ekspor dinilai menjadi kombinasi tantangan yang semakin membebani keuangan perusahaan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai ketiga faktor tersebut telah menciptakan tekanan ganda bagi pelaku usaha. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah membuat biaya impor bahan baku, mesin, komponen produksi, dan barang penolong semakin mahal. Dampaknya terutama dirasakan industri yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia turut meningkatkan biaya energi, bahan bakar, transportasi, hingga distribusi logistik. Beban tersebut semakin sulit diimbangi karena permintaan pasar global, khususnya untuk produk ekspor, mengalami perlambatan.

Situasi ini membuat perusahaan menghadapi dilema. Biaya produksi terus meningkat, sementara kemampuan menaikkan harga jual terbatas karena harus menjaga daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Shinta menegaskan, meningkatnya aktivitas produksi atau jumlah pesanan belum tentu mampu memperbaiki keuntungan perusahaan. Akibatnya, kemampuan finansial untuk melakukan pengembangan usaha dan investasi jangka panjang semakin terbatas.

Menghadapi kondisi tersebut, pelaku usaha cenderung mengambil sikap hati-hati atau wait and see sebelum mengeluarkan modal dalam jumlah besar.

Apindo pun meminta pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan sektor produktif. Pemberian insentif, penguatan kepastian regulasi, serta dukungan terhadap dunia usaha dinilai penting untuk menjaga kegiatan operasional perusahaan sekaligus mempertahankan daya saing industri nasional.

Tanpa dukungan kebijakan yang tepat, tekanan biaya dan ketidakpastian ekonomi global berpotensi membuat dunia usaha semakin menahan ekspansi dan investasi. (Sn)

Scroll to Top