IHSG Masih Dibayangi Masalah Politik Dalam Negeri dan Hasil Pemilu AS, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Ilustrasi dinamika IHSG, politik domestik, dan pemilu AS
Ilustrasi dinamika IHSG, politik domestik, dan pemilu AS

Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada di bawah bayang-bayang tekanan bearish pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Meskipun Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyampaikan pandangan optimistis terkait fundamental ekonomi nasional, sentimen ketidakpastian politik dalam negeri serta dinamika eksternal masih membendung laju penguatan pasar modal Indonesia.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa KSSK memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 mampu mencapai 5,4% hingga 5,5%, sejalan dengan optimisme pemerintah terhadap kinerja ekonomi kuartal III/2026 yang diperkirakan melampaui 5,45%. Kendati demikian, persepsi risiko investasi domestik justru dipengaruhi oleh dinamika politik internal.

“KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Namun, pasar masih mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri karena berpotensi menambah ketidakpastian politik dan meningkatkan persepsi risiko investasi,” ujar Reza dalam riset harian resminya, Kamis (5/11/2026).

Selain isu domestik, mata pelaku pasar turut tertuju pada faktor global. Kepastian arah kebijakan pemerintah Amerika Serikat pasca Pemilu Sela menjadi fokus perhatian investor. Di saat yang sama, rilis data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS periode September yang melonjak di atas ekspektasi pasar kian merumitkan proyeksi arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

Analysis Proyeksi Teknikal IHSG

Secara teknikal, laju indeks domestik dipantau masih bergerak cukup jauh di bawah garis Moving Average 20 (MA20) dengan indikator MACD yang bertahan di area negatif. Penataan teknikal ini mengindikasikan dominasi tekanan jual (bearish), walaupun intensitas aksi lepas saham oleh pelaku pasar mulai menunjukkan penyerapan.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan menguji area resistance terdekat pada rentang 4.962 hingga 5.000, dengan batas resistance lanjutan di level 5.137. Jika indeks belum sanggup menembus level batas atas tersebut, pasar perlu mewaspadai risiko koreksi kembali menuju area support di kisaran 4.830 hingga 4.761.

Rekomendasi Saham Pilihan (5 November 2026)

Di tengah ketatnya pergerakan indeks, berikut merupakan rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk pertimbangan perdagangan hari ini:

  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

    • Target Harga: Rp5.000 – Rp5.275

    • Stop Loss: < Rp4.700

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)

    • Target Harga: Rp5.980 – Rp6.140

    • Stop Loss: < Rp6.140

  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS)

    • Target Harga: Rp1.395 – Rp1.470

    • Stop Loss: < Rp1.300 (Sn)

Scroll to Top