Pertama Kalinya dalam Sejarah Kepausan, Paus Leo XIV Ikut Pemilu Amerika Serikat

Paus Leo XIV tiba di Angola
Paus Leo XIV

Jakarta | EGINDO.com – Pertama kalinya dalam sejarah kepausan, Paus Leo XIV mencatatkan sejarah baru dengan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Paruh Waktu Amerika Serikat (AS) 2026. Pemimpin Gereja Katolik Roma tersebut memberikan suara melalui surat suara atau mail-in ballot di Chicago, Illinois. Kantor Pers Vatikan pada pada Jumat (30/10/2026) mengonfirmasi bahwa Leo XIV telah mengirimkan surat suaranya.

Mengutip laporan Chicago Sun-Times pada Kamis, Leo XIV telah mengajukan permohonan surat suara pada 3 Oktober. Informasi tersebut diperoleh dari kantor panitera Will County. Pemilu AS ditengah penurunan popularitas Donald Trump pemilu paruh waktu AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang menjadi ujian politik bagi Partai Republik.

Langkah tersebut menjadi yang pertama bagi seorang paus kelahiran Amerika Serikat. “Sesuai dengan tradisi panjang partisipasi warga negara, beliau telah menyerahkan surat suara melalui pos di Chicago,” demikian pernyataan Vatikan.

“Bapa Suci menyampaikan keyakinannya bahwa warga negara memiliki hak sekaligus kewajiban untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi,” lanjut pernyataan tersebut.

Meski demikian, Vatikan tidak mengungkapkan kandidat yang dipilih oleh Paus Leo XIV dalam pemilu tersebut. Paus Leo XIV yang kini berusia 71 tahun lahir di Chicago. Ia merupakan paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat. Sebelum terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik, ia terdaftar sebagai pemilih di Illinois menggunakan nama lahirnya, Robert Francis Prevost.

Sementara itu seperti diberitakan bahwa hubungan Trump dengan Paus Leo XIV juga sempat diwarnai ketegangan sejak awal masa kepemimpinan sang paus. Trump berulang kali melontarkan kritik terhadap Leo XIV dengan menyebutnya sebagai sosok yang “lemah” dan “buruk” dalam menangani persoalan kejahatan.

Sebaliknya, Paus Leo XIV beberapa kali menyampaikan kritik terhadap kebijakan perang pemerintahan AS. Pada Maret lalu, ia mengatakan bahwa Tuhan menolak doa orang-orang yang memulai perang dan memiliki “tangan yang penuh darah”. Pada April, Leo XIV juga menyebut ancaman Trump untuk menghancurkan peradaban Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima. Sebelumnya, ia menolak bergabung dengan inisiatif Trump yang disebut sebagai “Dewan Perdamaian” untuk Gaza.

Selain itu, Paus Leo XIV menyerukan perlunya “refleksi mendalam” mengenai perlakuan terhadap para migran di Amerika Serikat. Pemilih Illinois Tentukan Senator dan Gubernur Baru Di Illinois, negara bagian yang selama ini menjadi basis kuat Partai Demokrat, pemilih akan menentukan sejumlah posisi politik penting.

Salah satunya adalah memilih pengganti Senator AS Dick Durbin yang akan pensiun. Selain itu, masyarakat Illinois juga akan menentukan apakah Gubernur JB Pritzker akan kembali terpilih untuk masa jabatan berikutnya. Paus Leo XIV sendiri terpilih memimpin Gereja Katolik yang memiliki sekitar 1,4 miliar umat di seluruh dunia melalui pemungutan suara para kardinal pada Mei 2025 lalu.@

CST/BS/Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top