Jakarta | EGINDO.com – Soal rumor pasar merger dengan DBS, akhirnya Bank Central Asia (BCA) turut angkat bicara soal rumor pasar merger dengan bank swasta asal Singapura DBS Indonesia itu.
Mengutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Jumat (30/10/2026) kemarin dimana Corporate Secretary BCA, Rudi Budiarjo menegaskan, kabar tersebut tak benar adanya.
Diimbaunya agar masyarakat mengakses informasi dari sumber-sumber yang terpercaya yakni bersumber baik dari situs resmi BCA dan juga dari media yang kredibel. Ditegaskannya bahwa pihaknya senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi berlaku.
“Sehubung dengan adanya informasi yang beredar terkait rumor merger BCA dengan anak perusahana DBS dengan ini kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” tertulis dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Sementara itu sebelumnya, pihak Bank DBS Indonesia juga telah memberikan penjelasan terkait soal beredarnya rumor bahwa rumor yang beredar tersebut tidak benar. Spekulasi tersebut muncul pada saat penguatan harga saham BBCA hingga 7 persen dan mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dalam spekulasi yang beredar, BCA diisukan bakal menjadi entitas yang bertahan setelah merger. Disebutkan juga bahwa pemegang saham DBS Indonesia bakal menerima saham baru BCA sebagai kompensasi. Hal tersebut menjadi rumor merger kedua yang menerpa BCA.@
Bs/fd/timEGINDO.com