Nikkei Jepang Anjlok 3% Akibat Saham Teknologi Jatuh Karena Kekhawatiran AI

Ilustrasi Saham Asia
Ilustrasi Saham Asia

Tokyo | EGINDO.co – Indeks saham Nikkei Jepang turun hingga 3 persen pada hari Jumat, dipimpin oleh saham-saham sektor cip, seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai keberlanjutan pengeluaran untuk mendanai lonjakan kecerdasan buatan (AI).

Pergerakan di Tokyo mengekor penurunan di Wall Street semalam, yang diperparah oleh laporan laba dari Amazon.com dan Intel yang menunjukkan pembakaran kas dalam jumlah besar. Hal ini memicu penurunan tajam pada saham perusahaan-perusahaan tersebut beserta perusahaan sejenisnya dalam perdagangan di luar jam bursa (extended trading).

“Ini bisa dilihat sebagai tanda meningkatnya kekhawatiran mengenai profitabilitas investasi AI, yang kemudian menekan harga saham,” ujar Maki Sawada, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

Pasar tidak terlalu bereaksi terhadap pengumuman mendadak dari Bank of Japan (Bank Sentral Jepang) yang menyatakan akan mempercepat penjualan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) mulai Januari, sementara bank sentral tersebut tetap mempertahankan suku bunga—sebuah langkah yang sudah diperkirakan secara luas.

Indeks Nikkei ditutup turun 2,1 persen ke level 63.290,11, setelah sempat anjlok 3 persen. Penurunan ini dipimpin oleh perusahaan besar di sektor peralatan cip, Advantest dan Tokyo Electron, yang masing-masing melemah 5,9 persen dan 5,2 persen.

Perdagangan berlangsung fluktuatif sepanjang minggu ini karena laporan laba dari Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan memicu pergerakan tajam pada saham-saham teknologi.

Secara mingguan, indeks Nikkei masih mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen.

Sebaliknya, indeks Topix yang lebih luas turun lebih moderat sebesar 1 persen pada hari Jumat, namun secara mingguan tidak menunjukkan perubahan (flat).

Selain faktor laporan laba, penurunan harga minyak mentah—yang didorong oleh optimisme terkait pembicaraan perdamaian di Timur Tengah—memberikan sentimen positif bagi saham-saham Jepang. Sebagai negara yang minim sumber daya alam, Jepang sangat bergantung pada impor energi, terutama dari Timur Tengah.

Dari 225 komponen indeks Nikkei, 123 saham mengalami penurunan, 100 saham naik, dan dua saham tidak mengalami perubahan harga.

Selain Advantest dan Tokyo Electron, saham lain di sektor cip dan AI yang mencatat penurunan signifikan antara lain Ibiden (turun 15,2 persen), Lasertec (turun 8,8 persen), dan SoftBank Group (turun 6 persen). Laporan laba juga memunculkan sejumlah perusahaan dengan kinerja yang menonjol; pengembang gim Konami melonjak 15 persen dan menjadi saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks Nikkei. Oriental Land, operator Tokyo Disney Resort, menyusul dengan kenaikan sebesar 8,5 persen.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top