Airlangga Dorong Jakarta Perbanyak Hunian Vertikal, Pangkas Waktu Perjalanan Pekerja

Ilustrasi hunian vertikal modern dan transportasi terpadu untuk mengurangi waktu perjalanan pekerja di Jakarta.
Ilustrasi hunian vertikal modern dan transportasi terpadu untuk mengurangi waktu perjalanan pekerja di Jakarta.

Jakarta|EGINDO.co Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperbanyak pembangunan hunian vertikal untuk mendekatkan tempat tinggal pekerja dengan lokasi kerja. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi waktu perjalanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Menurut Airlangga, Jakarta sebagai pusat perekonomian masih bergantung pada mobilitas pekerja dari wilayah penyangga, seperti Bekasi, Depok, dan Bogor. Banyak pekerja, termasuk aparatur sipil negara (ASN), harus menempuh perjalanan panjang setiap hari untuk menjalankan aktivitas pekerjaan.

Dalam acara Kearney at 100, Jakarta at 500: Shaping the Next Global City Together bersama CNBC Indonesia di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Rabu (28/10/2026), Airlangga menyoroti waktu yang tersita akibat perjalanan pergi dan pulang kerja.

Ia menggambarkan, sebagian pekerja sudah meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WIB dan baru menyelesaikan aktivitas pekerjaan hingga malam hari. Kondisi tersebut membuat waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga menjadi semakin terbatas.

Airlangga menilai, Jakarta tidak bisa lagi mengandalkan pola pembangunan kota yang melebar secara horizontal. Sebaliknya, pembangunan perlu diarahkan menjadi kota vertikal melalui penyediaan hunian bertingkat yang layak dan strategis.

“Jakarta itu sebetulnya tidak bisa lagi menjadi flat city. Jakarta itu harus menjadi kota yang naik ke atas semua,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsep hub-and-spoke dalam pengembangan transportasi dan tata kota. Konsep tersebut diharapkan mampu menghubungkan kawasan hunian, pusat kegiatan ekonomi, dan jaringan transportasi umum secara lebih efektif.

Selain mendorong pembangunan hunian vertikal oleh Pemprov DKI Jakarta, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah juga membahas pemanfaatan aset-aset negara untuk pembangunan menara hunian bagi ASN bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Menurutnya, pembangunan hunian vertikal dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi perkotaan, terutama di tengah keterbatasan lahan Jakarta dan tingginya kebutuhan tempat tinggal di dekat pusat aktivitas ekonomi.

Dengan semakin banyaknya hunian yang layak dan terjangkau di lokasi strategis, pekerja diharapkan dapat mengurangi waktu perjalanan, memiliki keseimbangan kehidupan kerja dan keluarga yang lebih baik, serta menikmati kualitas hidup yang lebih optimal.

Pembangunan hunian vertikal pun menjadi salah satu langkah strategis yang didorong untuk membentuk Jakarta sebagai kota modern yang lebih efisien, terintegrasi, dan ramah bagi para pekerjanya. (Sn)

Scroll to Top