IHSG Anjlok 40%, Taspen Batasi Porsi Saham 10%

ilustrasi grafis finansial berformat lebar yang menggambarkan tren penurunan indeks pasar sebesar -40% serta diagram alokasi portofolio investasi dengan porsi saham 10% dan instrumen aman lainnya.
ilustrasi grafis finansial berformat lebar yang menggambarkan tren penurunan indeks pasar sebesar -40% serta diagram alokasi portofolio investasi dengan porsi saham 10% dan instrumen aman lainnya.

Jakarta|EGINDO.co Di tengah volatilitas tinggi dan pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2026, PT Taspen (Persero) mengambil langkah strategis untuk memitigasi risiko investasi. BUMN pengelola dana pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) ini resmi membatasi porsi keranjang investasinya pada instrumen saham dan reksa dana saham di kisaran 10%.

Equity Cap Market & Mutual Fund Department Head PT Taspen (Persero), Prasasti Gilang Ekapaksi, menjelaskan bahwa langkah penyesuaian portofolio ini merupakan wujud penerapan manajemen risiko yang ketat dalam menghadapi ketidakpastian pasar modal.

“Penempatan investasi saham saat ini dilakukan dengan mengoptimalkan alokasi pada saham-saham bernilai intrinsik tinggi (undervalued) dengan fundamental yang solid, likuiditas tinggi, dan prospek pertumbuhan positif,” ujar Gilang dalam acara Press Club Taspen di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Strategi ‘Value Investing’ dan Fokus 80% pada Instrumen Aman

Untuk menjaga daya tahan portofolio kelolaannya, Taspen mengombinasikan pendekatan value investing dengan diversifikasi yang selektif. Sebagai bentuk perlindungan nilai dana ASN, Taspen kini mengalokasikan sekitar 80% dari total dana kelolaannya pada instrumen berisiko lebih rendah, seperti obligasi dan deposito.

Gilang juga menegaskan bahwa keputusan memarkir alokasi saham di kisaran 10% ini telah sesuai dengan regulasi dan batasan hukum yang berlaku.

“Saat ini Taspen menjaga porsi alokasi investasi saham dan reksa dana di kisaran 10% dengan memperhatikan atau mempertimbangkan batasan dan kriteria investasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) maupun pedoman internal Taspen,” tambahnya.

Konteks Pelemahan Pasar Modal 2026

Langkah defensif yang diambil Taspen terbukti sejalan dengan kondisi riil pasar saham domestik saat ini. Sepanjang tahun 2026, IHSG mencatatkan penurunan signifikan hingga sekitar 40%.

Sebagai perbandingan:

  • 2 Januari 2026: IHSG dibuka pada posisi 8.748,13

  • 29 Oktober 2026: IHSG berada di level 5.286,27

Melalui strategi pengetatan alokasi di pasar modal dan pemfokusan pada instrumen pendapatan tetap, Taspen optimistis dapat menjaga stabilitas serta keamanan dana pensiun para ASN di seluruh Indonesia di tengah situasi pasar yang bergejolak. (Sn)

Scroll to Top