Sinar Mas Agribusiness and Food Bekali Pelaku UMKM Surabaya dengan Keterampilan Manajemen Usaha

Pemateri sampaikan materi manajemen usaha pada pelaku UMKM dalam pelatihan diselenggarakan PT SMART Tbk di Gedung SIER, Surabaya. (Foto: dok SMART)
Pemateri sampaikan materi manajemen usaha pada pelaku UMKM dalam pelatihan diselenggarakan PT SMART Tbk di Gedung SIER, Surabaya. (Foto: dok SMART)

Surabaya | EGINDO.com – Sebanyak kurang lebih 55 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari wilayah Rungkut dan sekitarnya mengikuti pelatihan manajemen usaha yang diselenggarakan PT SMART Tbk melalui unit Refinery Surabaya, bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026 lalu di Gedung SIER (Surabaya Industrial Estate Rungkut), Surabaya mendapat dukungan dari pemerintah setempat dan berfokus pada keterampilan praktis, mulai dari pencatatan keuangan, penentuan harga jual, hingga penyusunan target usaha.

Pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan manajemen dalam menjalankan usaha, termasuk bagi pelaku UMKM yang menjadikan kegiatan usahanya sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan bagi keluarga. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan bisnis dapat membantu pelaku usaha menilai kondisi usahanya serta menetapkan langkah yang sesuai dengan kapasitas masing-masing.

UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sektor ini berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Sementara itu, data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya yang disampaikan pada Oktober 2025 mencatat sebanyak 106.392 UMKM milik warga Surabaya.

Pemerintah Kota Surabaya turut memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor ini melalui berbagai kegiatan pendampingan. Sepanjang 2025, sebanyak 5.250 UMKM mendapatkan pendampingan dalam aspek pemasaran, legalitas usaha, dan sertifikasi produk. Pada 2026, pemerintah kota kembali menargetkan jumlah pendampingan yang sama, dengan perhatian pada peningkatan kualitas produk dan pengembangan usaha.

Dalam konteks tersebut, PT SMART Tbk menyelenggarakan pelatihan bagi pelaku usaha dari sektor kuliner dan kerajinan, yang berasal dari wilayah dalam radius sekitar 5 kilometer dari Refinery Surabaya. Pemilihan cakupan wilayah ini mempertimbangkan kedekatan lokasi peserta dengan area operasional perusahaan.

Pelatihan menghadirkan Imam Safi’i, pendiri inkubator UMKM Satoeasa, sebagai pemateri. Melalui pemaparan, diskusi, dan praktik langsung, peserta diajak mempelajari cara menetapkan target usaha, menghitung biaya, serta menyusun pencatatan keuangan sederhana menggunakan contoh yang dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari.

Anton Susilo, Lurah Rungkut Kidul, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan kegiatan edukasi bagi masyarakat. “Pengembangan UMKM membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Pelatihan seperti ini dapat melengkapi upaya pemerintah dalam memperluas akses pelaku usaha terhadap pengetahuan bisnis yang praktis. Kami berharap peserta dapat menerapkan pembelajaran yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing,” ujarnya.

Salah satu peserta, Sichatun Nikmah, pemilik usaha budidaya dan olahan lele di Rungkut Kidul, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberinya perspektif baru mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang lebih terstruktur.

“Selama ini saya lebih banyak fokus pada menjalankan usaha sehari-hari, tetapi belum terlalu memperhatikan pencatatan dan perencanaan keuangannya. Melalui pelatihan ini, saya belajar tentang pengembangan produk, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan perencanaan keuangan hingga strategi pemasaran, yang menurut saya bisa diterapkan dalam usaha saya. Ke depan, saya ingin mencoba menerapkannya agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertib,” tuturnya.

Arthur Handrian, General Manager Refinery Surabaya & Bagendang PT SMART Tbk, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar pabrik. “Pelaku UMKM memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, menjalankan usaha tidak hanya membutuhkan produk yang baik, tetapi juga pemahaman mengenai biaya, keuangan, dan perencanaan bisnis. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan cara-cara pengelolaan usaha yang praktis dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta,” ujar Arthur.

Arthur juga mengapresiasi dukungan pemerintah setempat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. “Keterlibatan pemerintah setempat membantu kami memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM di wilayah Rungkut. Hal ini menjadi masukan yang berharga dalam penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Bagi Sinar Mas Agribusiness and Food, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kapasitas dan pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasional hilir perusahaan melalui program Downstream Community Economic Empowerment (DS CEE). Interaksi dan masukan dari peserta memberikan perspektif tambahan mengenai kebutuhan pelaku usaha lokal yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top