Kylian Mbappe Minta Maaf atas Sindiran ‘Diktator’ ke Mao

Kylian Mbappe Minta Maaf
Kylian Mbappe Minta Maaf

Beijing | EGINDO.co – Bintang sepak bola Kylian Mbappe meminta maaf atas komentarnya yang dianggap menyebut Mao Zedong—pemimpin pendiri Tiongkok Komunis—sebagai seorang diktator. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dan menyebabkan Mbappe kehilangan kesepakatan kerja sama dengan setidaknya tiga perusahaan asal Tiongkok.

“Komentar saya kurang bijaksana. Kini saya menyadari bahwa pernyataan tersebut telah melukai banyak orang di Tiongkok maupun komunitas Tionghoa di seluruh dunia,” ujar Mbappe dalam sebuah pernyataan pada Selasa (27 Oktober).

“Saya memohon maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung dengan kata-kata saya,” katanya. “Sama sekali bukan niat saya untuk melakukan itu. Saya sangat menghormati rakyat Tiongkok beserta sejarahnya, dan saya sungguh-sungguh meminta maaf.”

Insiden ini merupakan rangkaian peristiwa terbaru di mana Tiongkok menggunakan tekanan ekonomi dalam perselisihan yang melibatkan perusahaan maupun individu asing terkait isu-isu yang sensitif secara politik.

Pada tahun 2019, stasiun televisi pemerintah Tiongkok menghentikan penyiaran pertandingan NBA setelah Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets, mencuitkan dukungan bagi para pengunjuk rasa anti-pemerintah di Hong Kong.

Reaksi Keras Dan Cepat

Wajah Mbappe selama ini kerap muncul dalam berbagai iklan di Tiongkok, mulai dari stasiun kereta bawah tanah hingga di dalam lift.

Produsen minuman Dongpeng, raksasa industri susu Mengniu, dan produsen keju Milkground menyatakan pada hari Selasa bahwa mereka mengakhiri kerja sama dengan bintang sepak bola tersebut. Ketiga perusahaan itu menegaskan penolakan mereka terhadap “segala perkataan maupun tindakan yang melukai sentimen nasional”.

Meskipun tidak merinci alasan spesifik di balik keputusan tersebut, pernyataan itu muncul setelah sebuah klip—yang memperlihatkan Mbappe tengah diwawancarai sebelum tampil dalam acara bincang-bincang daring Prancis, “The Bridge”—beredar di platform X.

Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) dalam pernyataannya pada hari Selasa menyatakan telah “melayangkan protes keras” kepada Real Madrid, serta menuntut agar sang pemain maupun klub sepak bola tersebut “menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan resmi”.

Asosiasi tersebut menegaskan penolakan tegasnya terhadap “setiap pernyataan yang melukai perasaan rakyat Tiongkok”.

China Media Group juga menyatakan telah menangguhkan penyiaran pertandingan Liga Spanyol (La Liga) serta laga-laga lain yang menampilkan bintang sepak bola asal Prancis tersebut, sekaligus menghapus iklan yang menampilkan dirinya. Konglomerat media ini menuntut permintaan maaf dari Mbappe dan klubnya, Real Madrid. Liga Spanyol bergerak cepat untuk melindungi bisnis penyiaran televisinya di Tiongkok. Dalam sebuah pernyataan, pihak liga menyatakan “sangat menyesalkan ketersinggungan yang dirasakan oleh para penggemar di Tiongkok akibat komentar Mbappe baru-baru ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili La Liga.”

Pihak liga menyatakan akan menyusun “protokol komunikasi” bagi para pemain dan klub, sembari bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di Tiongkok untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, pada Selasa (waktu setempat) mengungkapkan melalui platform X bahwa ia telah bertemu dengan Duta Besar Tiongkok untuk Spanyol, Yao Jing, untuk membahas dampak dari komentar Mbappe serta mencari jalan keluarnya. Tebas menegaskan komitmen La Liga untuk menjaga kemitraan dengan Tiongkok, termasuk perjanjian strategis dengan liga sepak bola Tiongkok yang berlaku hingga 2029, serta kerja sama dengan China Media Group.

“Komitmen kami adalah untuk terus bekerja sama agar insiden yang bersifat personal ini tidak merusak kemajuan penting yang telah dicapai, ataupun memengaruhi jutaan penggemar di Tiongkok yang mengikuti kompetisi kami. Tiongkok adalah dan akan terus menjadi mitra strategis bagi La Liga,” ujar Tebas.

Mbappe Menyebut Mao Sebagai “Diktator” Saat Memilih Meme Favoritnya

Dalam sebuah klip video, Mbappe ditanya mengenai meme tentang dirinya yang paling ia sukai. Bintang sepak bola tersebut menjawab bahwa ia menyukai “video yang dibuat seseorang tentang seorang pria… sepertinya dia adalah seorang diktator Tiongkok.” Video tersebut kemudian menampilkan gambar yang telah disunting, yang memperlihatkan wajah Mbappe pada tubuh Mao Zedong yang mengenakan setelan berwarna biru.

Di dunia maya, para penggemar sepak bola sering menjuluki sang bintang—yang dianggap lebih menonjol dibandingkan rekan setimnya, bahkan terkadang melampaui tim tempat ia bermain—sebagai “diktator”. Meme yang menggambarkan dirinya sebagai Mao atau pemimpin otoriter lainnya pun beredar luas.

Mao Zedong adalah seorang tokoh revolusioner yang memimpin Partai Komunis pada masa-masa awal yang krusial. Ia memenangkan perang saudara melawan Partai Nasionalis yang saat itu berkuasa di Tiongkok, kemudian mendirikan Republik Rakyat Tiongkok modern.

Hingga saat ini, Mao masih dihormati oleh banyak orang. Namun, ia juga meninggalkan warisan yang kompleks berupa pemerintahan otoriter. Ia memimpin berbagai kampanye, seperti “Lompatan Jauh ke Depan” (Great Leap Forward)—sebuah proyek industrialisasi yang justru memicu kelaparan dan mengakibatkan kematian sekitar 30 juta orang.

Kritik Muncul Di Mana-Mana

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam tanggapannya terhadap pertanyaan mengenai kontroversi tersebut mengatakan bahwa “perkataan dan tindakan yang melukai perasaan rakyat Tiongkok tentu akan ditanggapi dengan penolakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat Tiongkok”.

Platform media sosial RedNote turut melontarkan kritik. Dalam pernyataan terpisah, perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka memiliki kemitraan konten dengan Mbappe yang berakhir pada 31 Desember 2024, seraya menambahkan bahwa mereka akan “menghapus materi promosi terkait”. Pihak RedNote juga menyatakan penolakan terhadap “segala tindakan yang melukai sentimen nasional”.

Akun Mbappe di RedNote telah diblokir sehingga tidak dapat menerima pengikut baru sejak hari Selasa.

Mbappe telah tampil dalam berbagai kampanye iklan di Tiongkok untuk beragam produk, mulai dari minuman elektrolit hingga susu dan keju. Dalam sebuah iklan untuk merek Dongpeng, Mbappe melafalkan slogan dalam bahasa Mandarin; sementara dalam iklan untuk Mengniu, ia muncul bersama bintang sepak bola asal Argentina, Lionel Messi.

Di media sosial Tiongkok, muncul berbagai komentar yang mengkritik bintang sepak bola tersebut.

Tagar seperti “Dongpeng mengakhiri kemitraan dengan Mbappe” dan “Sejumlah merek mengakhiri kemitraan dengan Mbappe” menempati posisi teratas dalam daftar tren di Weibo. Tagar “Penggemar sepak bola memboikot Mbappe” juga sempat menjadi tren, dengan sejumlah pengguna meluapkan kemarahan atas pernyataan Mbappe atau memintanya untuk tidak datang ke Tiongkok.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top