BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem hingga Awal November, Enam Wilayah Berstatus Siaga

Ilustrasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat.
Ilustrasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat.

Jakarta|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

BMKG mencatat, status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku pada 27–29 Oktober 2026 di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sementara itu, potensi hujan lebat juga perlu diwaspadai di Kalimantan Barat pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena intensitas hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana.

BMKG menjelaskan, peningkatan curah hujan di Aceh dan Sumatra Utara dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer. Di antaranya adalah sirkulasi siklonik di Laut Andaman, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta Gelombang Rossby Ekuatorial.

Fenomena atmosfer tersebut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan dan peningkatan curah hujan di wilayah terkait. BMKG menegaskan, kondisi hujan di Aceh dan Sumatra Utara bukan merupakan dampak langsung dari Siklon Tropis ARNAB.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca, terutama selama periode peringatan dini berlangsung. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.

Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan, serta gangguan perjalanan.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan pihak berwenang guna mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem. (Sn)

Scroll to Top