Jakarta | EGINDO.com – Hasil survey sebanyak 59 persen ekonom meragukan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen pada tahun 2027. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 menjadi asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang paling diragukan pencapaiannya oleh para ekonom.
Hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan, sebanyak 37 dari 63 ekonom responden atau 59 persen menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen sebagai asumsi yang paling sulit dicapai pemerintah.
“Para ekonom menunjukkan keraguan yang cukup besar terhadap kemungkinan tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% yang diasumsikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027,” demikian tertulis dalam laporan yang dikutip pada Selasa (27/10/2026).
Keraguan terhadap target pertumbuhan ekonomi tersebut lebih besar dibandingkan asumsi makroekonomi lainnya yang disurvei. Temuan ini menunjukkan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tantangan utama pemerintah dalam merealisasikan target pembangunan pada tahun depan. Setelah target pertumbuhan ekonomi, asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 17.500 per dollar AS menjadi asumsi yang paling banyak dinilai sulit tercapai. Sebanyak 12 responden atau 19 persen ekonom memilih asumsi tersebut. Sementara itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 75 per barel dinilai paling sulit tercapai oleh empat responden atau 6 persen.
Asumsi inflasi sebesar 2,5 persen dengan deviasi 1 poin persentase dipilih oleh tiga responden atau 5 persen. Sementara itu, asumsi imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen hanya dipilih oleh satu responden atau 2 persen. Lantas enam responden atau 10 persen menilai seluruh asumsi makroekonomi dalam RAPBN 2027 tersebut dapat tercapai.
Kemudian dalam laporan ditulis, “Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa para ekonom memandang target pertumbuhan ekonomi 2027 sebagai komponen yang paling menantang dalam proyeksi makroekonomi pemerintah.” Hasil survei ini menjadi catatan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal dan mendorong aktivitas ekonomi.@
Bs/fd/timEGINDO.com