Peringkat Keberhasilan 73%, PHE Sukses Temukan Cadangan Migas Baru

Ilustrasi fasilitas anjungan migas lepas pantai dan eksplorasi energi bersih tanpa figur manusia.
Ilustrasi fasilitas anjungan migas lepas pantai dan eksplorasi energi bersih tanpa figur manusia.

Jakarta|EGINDO.co PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menunjukkan taji sebagai ujung tombak kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Berdasarkan kinerja hingga paruh pertama tahun ini, PHE berhasil mencatatkan rasio keberhasilan (success rate) eksplorasi yang amat signifikan.

Direktur Eksplorasi PHE, Asep Samsul Arifin, mengungkapkan bahwa dari target 16 sumur pengeboran eksplorasi sepanjang tahun 2026, PHE telah merampungkan pengeboran di 11 sumur. Menariknya, 8 sumur di antaranya sukses menemukan cadangan migas baru (discovery).

“Kabar yang paling menggembirakan adalah 8 dari 11 sumur eksplorasi yang dibor berhasil menemukan keberadaan minyak dan gas bumi. Ini setara dengan rasio keberhasilan sekitar 73%,” jelas Asep dalam perbincangan Chill & Grill di kanal YouTube Bisniscom.

Tambah Potensi Sumber Daya 108 MMBOE

Kinerja positif tersebut berbanding lurus dengan peningkatan potensi cadangan energi nasional. Hingga Semester I-2026, PHE mencatatkan penambahan sumber daya migas (2C RR) mencapai 108 MMBOE (Juta Barel Setara Minyak).

Tak hanya penemuan di sumur eksplorasi, capaian produksi harian PHE juga sudah mendekati target yang ditetapkan:

  • Produksi Minyak: Menggeliat di kisaran 459.000 barel per hari.

  • Produksi Gas: Menyentuh angka 2.756 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Asep menegaskan bahwa penemuan ini akan segera ditindaklanjuti ke tahap pengembangan agar dapat memperkuat produksi yang ada, menjaga keberlanjutan pasokan energi, dan meningkatkan produksi nasional di masa depan.

Evolusi Eksplorasi: Dari Rembesan Alami ke Ilmu Kebumian

Dalam kesempatan tersebut, Asep menggambarkan betapa menantangnya pencarian migas yang tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi.

Ia membandingkan masa lalu—di mana pencarian minyak hanya mengandalkan petunjuk alami seperti rembesan minyak di permukaan—dengan era modern saat ini. Kini, eksplorasi dilakukan secara sistematis berbasis sains geologi dan teknologi modern untuk memetakan struktur bumi.

Peluang Besar Ilmu Geosains bagi Generasi Muda

Di tengah pentingnya ketahanan energi, Asep mengajak generasi muda untuk tidak ragu mendalami ilmu geosains dan berkarir di industri hulu migas. Menurutnya, pemahaman akan pentingnya energi sebagai penggerak roda ekonomi menjadi alasan kuat mengapa industri ini tetap relevan dan menarik.

Ia juga mengingatkan bahwa cakupan geosains amat luas, tidak terbatas pada pencarian minyak dan gas saja, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam tentang fenomena dan kondisi kebumian di Indonesia secara menyeluruh. (Sn)

Scroll to Top