Pemerintah Keluarkan Stimulus Akhir Tahun, Dari Bansos Beras hingga Subsidi Upah, Kapan Cairnya

oke
Para penerima Kesra, PKH, dan BPNT di kantor pos Kantor Cabang Utama Medan, Sumatera Utara menanti antrian (Fadmin Malau)

Jakarta | EGINDO.com – Pemerintah mengeluarkan stimulus akhir tahun, dari bantuan sosial (Bansos) beras hingga subsidi upah pekerja, kapan cairnya. Kini Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun. Paket kebijakan tersebut mencakup bantuan pangan beras, subsidi upah bagi pekerja, hingga diskon transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, pada Jumat (23/10/2026) kemarin. Dikatakannya stimulus tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menopang konsumsi rumah tangga.

Katanya bantuan pangan beras, 10 kilogram per bulan untuk 33,24 juta KPM, ini anggarannya Rp 17,54 triliun. Bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 300.000 bagi pekerja selama tiga bulan. Program ini menyasar 13,3 juta pekerja dengan anggaran mencapai Rp 11,97 triliun. Penyalurannya direncanakan sekaligus pada November-Desember 2026.

Pemerintah juga menjalankan program satu orang satu rekening pada kuartal IV 2026 dengan anggaran Rp 1,28 triliun. Namun, pemerintah belum merinci lebih lanjut mekanisme pelaksanaan program tersebut dalam keterangan yang disampaikan Airlangga.

Untuk menjaga mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun, pemerintah turut menyiapkan stimulus transportasi Nataru. Kebijakan tersebut mencakup diskon tiket sebesar 30% untuk transportasi tertentu, termasuk angkutan laut, serta insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara domestik.

Airlangga memperkirakan stimulus transportasi tersebut akan menjangkau sekitar 6,6 juta masyarakat dengan anggaran Rp 883,4 miliar. Kebijakan sebelumnya telah disepakati pemerintah pada pertengahan tahun. Ditengah penyiapan stimulus, pemerintah melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,45%. Airlangga menyebut pertumbuhan tersebut didukung oleh kinerja sektor produktif dan investasi, serta diikuti sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan perkembangan positif.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top