Spurs Rayakan Akhir Kutukan Chelsea dengan Kemenangan 2-0

Tottenham Hotspur Rayakan Akhir Kutukan Chelsea
Tottenham Hotspur Rayakan Akhir Kutukan Chelsea

London | EGINDO.co – Kemenangan 2-0 Tottenham Hotspur atas rival sekota mereka, Chelsea – yang baru kedua kalinya diraih di Stamford Bridge sejak era Margaret Thatcher menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris – disambut oleh pelatih, para pemain, dan penggemar sebagai titik balik musim mereka.

Anak asuh Roberto De Zerbi sempat berada di posisi juru kunci Liga Primer sebelum mengalahkan sesama tim yang sedang berjuang, Coventry City, dengan skor 3-1 di kandang pada hari Senin. Kemenangan hari Sabtu ini pun mengangkat posisi mereka ke peringkat ke-12, sembari menunggu hasil pertandingan lain sepanjang akhir pekan ini.

Sebelumnya, klub asal London utara ini hanya pernah menang satu kali dalam 41 kunjungan terakhir mereka ke markas Chelsea di semua kompetisi—sebuah catatan yang membentang sejak Februari 1990, saat Gary Lineker mencetak gol kemenangan.

Satu-satunya kemenangan lain di Stamford Bridge selama periode paceklik 36 tahun tersebut adalah kemenangan 3-1 pada tahun 2018.

Tidak mengherankan jika para pendukung tim tamu merayakan kemenangan tersebut saat peluit akhir dibunyikan seolah-olah mereka baru saja memenangkan trofi. Bahkan, dari ruang pers Stamford Bridge, terdengar suara para pemain Spurs yang melompat-lompat kegirangan di ruang ganti, meski masih mengenakan sepatu bola mereka.

“Menurut saya, kami bermain dengan baik, bukan hanya hari ini saja,” ujar De Zerbi kepada BBC Radio setelah perayaan mereda.

“Mungkin sekarang ada atmosfer yang berbeda, ada ikatan yang lebih kuat di antara para pemain. Dengan dua kemenangan beruntun ini, mereka bisa semakin percaya pada diri sendiri,” kata pelatih asal Italia itu, sebelum menambahkan kepada para wartawan: “Kami sudah cukup menderita.”

Ada sedikit keberuntungan dalam hasil ini; pertandingan tampak akan berakhir imbang 0-0 sebelum kiper Chelsea, Mike Penders—yang menjalani debut penuhnya di Liga Primer—secara tidak sengaja meninju bola masuk ke gawangnya sendiri menyusul sepak pojok dari Matheus Fernandes.

Spurs kemudian mengunci kemenangan lewat gol Mathys Tel melalui serangan balik 10 menit berselang.

“Ini sangat istimewa karena kami sudah berkali-kali datang ke Chelsea tanpa pernah meraih kemenangan,” ungkap penyerang asal Prancis itu kepada Sky Sports. “Kami menunjukkan mentalitas yang luar biasa hari ini dan kami harus menikmati kemenangan ini.”

Di sela-sela terjadinya gol-gol tersebut, pemain kreatif Chelsea, Cole Palmer, mendapatkan kartu merah untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya setelah menerima dua kartu kuning dalam kurun waktu sembilan menit. Spurs mendominasi penguasaan bola dengan persentase 70 persen sepanjang pertandingan dan mencatatkan 15 tembakan, berbanding tujuh tembakan milik Chelsea.

The Blues, yang tetap berada di posisi keempat klasemen menjelang pertandingan-pertandingan hari Minggu, tampil jauh dari performa terbaik mereka. Mereka kehilangan sosok kunci, pencetak gol terbanyak Joao Pedro, yang mengalami cedera saat sesi latihan hari Jumat dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan dalam beberapa hari ke depan.

“Kami harus mampu mengkritisi diri sendiri. Kami harus mencapai level yang lebih baik,” ujar pelatih Chelsea, Xabi Alonso, kepada BBC. “Terkadang Anda merasa dalam kondisi prima, namun hari ini, baik secara kolektif maupun individu, kami tidak tampil dalam performa terbaik.”

Saat ditanya mengenai Palmer yang menerima dua kartu kuning dalam waktu berdekatan, Alonso mengatakan bahwa ia ingin melihat pengendalian diri yang lebih baik dari para pemainnya—mengingat musim lalu mereka mengoleksi delapan kartu merah.

“Dalam situasi seperti itu, kartu kuning pertama bisa menjadi penentu,” kata pelatih asal Spanyol tersebut. “Ini adalah bagian dari proses pendewasaan tim, begitu pula bagi setiap pemain secara individu.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top