Medan | EGINDO.com – Produksi karet Sumatera Utara (Sumut) pekan ini turun diduga akibat hujan dan harga jual karet petani dibawah Rp20.000 per Kg. Harga karet pada tingkat petani Sumatera Utara (Sumut) saat ini berkisar Rp16.500 hingga Rp19.000/kg.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pergerakan harga yang berbeda pada setiap daerah, sementara hasil panen petani menyusut akibat musim hujan dan mulai masuknya musim trek. Harga karet pada daerah penghasil berbeda-beda seperti di Kabupaten Deli Serdang, harga karet berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000/kg, naik dari sebelumnya Rp17.000 hingga Rp17.500/kg.
Kemudian di Kabupaten Langkat, harga turun menjadi Rp16.500/kg dari sebelumnya Rp17.000/kg. Tidak sama untuk semua daerah penghasil karet di Sumut. Berbagai penyebab juga berbeda, ada karena produksi yang menurun disebabkan iklim atau cuaca karena hujan dan pada daerah lain disebabkan kondisi tanaman masuk musim trek.
Kondisi tanaman karet petani tidak sama maka produksi juga berbeda-beda, tidak sama dan tidak dalam kondisi produksi yang normal. Bila dalam kondisi normal, hasil panen karet rata-rata mencapai 100–120 kg per hektare.
Kondisi tidak normal produksi karet petani itu juga dipengaruhi pemupukan tanaman karet karena kondisi harga pupuk yang tidak normal dan sulitnya petani mendapatkan pupuk membuat produksi karet petani tidak berproduksi normal.
Sementara itu dilaporkan bahwa pada pasar global, harga karet sempat melemah sejalan dengan penurunan harga minyak mentah dunia yang sempat berada di bawah US$100/barel. Belakangan, harga karet kembali pulih ke kisaran US$2,58/kg, seiring kenaikan harga minyak mentah jenis Brent yang disebut berada di level US$110/barel. Kini harga karet belum sepenuhnya kembali ke level US$2,66/kg.@
Bs/fd/timEGINDO.com