Washington | EGINDO.co – Presiden AS Donald Trump mengkritik bintang NBA LeBron James pada hari Kamis (23 Oktober) atas apa yang ia sebut sebagai perilaku tidak hormat saat lagu kebangsaan dikumandangkan dalam sebuah pertandingan NBA baru-baru ini.
“Saat mendengarkan lagu kebangsaan kita, LeBron James tidak menghormati negara kita,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, yang disertai dengan video yang memperlihatkan James menggerakkan tubuhnya ketika lagu kebangsaan sedang dinyanyikan. “LeBron James seharusnya meminta maaf kepada semua pejuang dan pahlawan Amerika hebat yang telah gugur demi bendera Amerika, serta demi segala nilai yang dijunjung oleh negara kita!”
Klip yang dibagikan oleh Trump memperlihatkan James berdiri sejajar dengan para pemain Philadelphia 76ers, sambil mengayunkan lengannya—seperti gerakan pemanasan—dan melakukan gestur layaknya sedang menembakkan bola basket.
Perwakilan dari tim 76ers tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.
Trump telah berulang kali mengkritik para atlet atas perilaku mereka saat lagu kebangsaan AS dikumandangkan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini bermula, antara lain, dari aksi protes berlutut yang dilakukan oleh *quarterback* NFL, Colin Kaepernick, sebagai bentuk dukungan terhadap keadilan rasial.
Pada tahun 2018, Trump membatalkan rencana kunjungan tim juara Super Bowl, Philadelphia Eagles, ke Gedung Putih setelah tim tersebut tidak sejalan dengan seruannya agar para pemain tetap berdiri saat lagu kebangsaan dikumandangkan.
James menjadi salah satu tokoh utama dalam gerakan *Black Lives Matter* pada tahun 2020 dan kerap menyuarakan isu-isu progresif, seiring dengan pencapaiannya menempati posisi teratas dalam daftar pencetak skor terbanyak sepanjang masa di NBA.
Sumber : CNA/SL