Jakarta|EGINDO.co Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyiapkan sejumlah proyek investasi strategis yang akan diumumkan dalam ajang New Asia Forum (NAF) 2026 di Bali pada 3–4 Desember 2026. Proyek tersebut mencakup kecerdasan buatan (AI), pusat data, energi dari sampah, layanan haji dan umrah, hingga industri protein.
Managing Director Investment Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengatakan sektor AI dan pusat data menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat daya saing serta kapasitas teknologi nasional.
Danantara berharap investasi digital tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga mendorong transfer teknologi, meningkatkan kemampuan industri, dan mengembangkan sumber daya manusia Indonesia.
Meski melihat peluang besar dari pesatnya perkembangan AI, Danantara tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memilih proyek. Kesiapan infrastruktur, keamanan data, emisi, serta dampak lingkungan menjadi pertimbangan utama.
Untuk pengembangan pusat data berskala besar, Danantara mendorong prinsip Bring Your Own Energy (BYOE), yaitu penyediaan sumber energi sendiri oleh pengembang. Langkah ini bertujuan menjaga agar kebutuhan listrik pusat data tidak membebani sistem kelistrikan nasional. Penggunaan teknologi penghematan air, termasuk sistem closed loop dan desalinasi, juga menjadi perhatian.
Percepatan Proyek Energi Sampah
Selain investasi digital, Danantara mengembangkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Tiga proyek tahap pertama di Bali, Bekasi, dan Bogor telah memasuki tahap konstruksi.
Sementara itu, delapan mitra untuk tahap kedua telah menerima Conditional Letter of Award (CLoA) guna mengembangkan proyek di delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota. Pembangunan tahap berikutnya ditargetkan dimulai secara bertahap pada awal 2027.
DIM bersama Denera juga telah menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota panel pemberi pinjaman. Minat pembiayaan indikatif dari lembaga tersebut mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan pendanaan program PSEL.
Ekspansi Layanan Haji dan Industri Protein
Di sektor pelayanan haji dan umrah, Danantara telah menyelesaikan akuisisi Novotel Thakher Makkah pada 11 Agustus 2026 serta lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher pada 18 Oktober 2026.
Hotel Novotel Thakher Makkah memiliki 1.461 kamar dengan kapasitas sekitar 4.400 jemaah. Sementara itu, lahan yang baru diakuisisi direncanakan dikembangkan menjadi kawasan dengan 13 menara hotel, sekitar 4.560 kamar, dan kapasitas hingga 18.000 jemaah.
Pada sektor protein, DIM menjalin kemitraan dengan JBS Group melalui rencana investasi US$2,5 miliar untuk memperoleh 25% kepemilikan pada perusahaan patungan yang menaungi operasional JBS di Australia dan Selandia Baru.
Kemitraan tersebut juga membuka peluang pembiayaan tambahan hingga US$2,5 miliar untuk mendukung investasi dan akuisisi di Indonesia serta kawasan regional. Kerja sama ini diharapkan memberikan akses terhadap teknologi, standar industri, dan jaringan distribusi global untuk memperkuat pengembangan industri protein nasional.
Melalui rangkaian proyek tersebut, Danantara menargetkan investasi yang tidak hanya memperbesar aliran modal ke Indonesia, tetapi juga memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas industri, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. (Sn)