Target 8% Terancam: Fitch Proyeksikan Ekonomi RI Melambat Mulai 2027

Ilustrasi visual dinamika perekonomian Indonesia yang menghadapi potensi hambatan dan perlambatan pertumbuhan menuju target jangka panjang.
Ilustrasi visual dinamika perekonomian Indonesia yang menghadapi potensi hambatan dan perlambatan pertumbuhan menuju target jangka panjang.

Jakarta|EGINDO.co Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami perlambatan mulai 2027. Meskipun kondisi ekonomi nasional dinilai relatif tangguh menghadapi guncangan harga energi global pada 2026, laju pertumbuhan diproyeksikan bakal meleset dari target ambisius pemerintah.

Dalam laporan terbarunya, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di level 5,2%. Angka ini menunjukkan penurunan momentum dibanding semester pertama 2026 yang sempat menembus 5,45%.

Dampak Stimulus Fiskal Memudar

Director Sovereign Ratings Fitch, George Xi, menjelaskan bahwa pemicu utama melambatnya ekonomi di paruh kedua 2026 adalah memudarnya dampak dukungan fiskal pemerintah setelah tingginya realisasi belanja (frontloading) di awal tahun. Selain itu, kinerja net ekspor diproyeksikan tergerus akibat tingginya volume impor.

“Kami memperkirakan dampak dukungan fiskal pemerintah memudar setelah frontloading belanja pada semester I/2026. Net ekspor juga akan berkurang dari pertumbuhan, sebagian karena tingginya impor,” ujar George Xi.

Proyeksi 2027–2028 dan Masalah Reformasi Struktural

Memasuki tahun 2027 dan 2028, Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,9%. Meski angka ini membaik dari perkiraan awal sebesar 4,7%, raihan tersebut masih berada jauh di bawah target pemerintah sebesar 6%.

Kesenjangan (gap) ini juga dinilai berpotensi mengancam target jangka panjang pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029. Menurut Fitch, kondisi ini mencerminkan masih minimnya dampak reformasi struktural terhadap total faktor produktivitas dan pendalaman modal dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Tantangan Menuju Target Ambisius

Fitch mengingatkan bahwa upaya pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi sembari menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan akan sangat menantang. Target ambisius tersebut sulit dicapai tanpa adanya:

  • Reformasi struktural yang signifikan, serta

  • Penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi.

Di sisi lain, dari indikator makroekonomi, Fitch memperkirakan tingkat inflasi Indonesia masih akan terjaga dalam kisaran target hingga akhir tahun sebelum mereda pada periode 2027–2028. Sementara itu, nilai tukar rupiah diproyeksikan menguat secara moderat pada 2027–2028. (Sn)

Scroll to Top