Harga Batu Bara Tembus US$154 per Ton, Pemerintah Buka Relaksasi Produksi Terbatas

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah membuka peluang relaksasi terbatas produksi batu bara menyusul kenaikan harga komoditas tersebut hingga US$154 per ton untuk batu bara dengan nilai kalori 6.330 kcal/kg. Kebijakan ini diarahkan untuk mengoptimalkan produksi, menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, serta meningkatkan devisa negara.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan kenaikan harga batu bara menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi secara terukur. Namun, langkah tersebut tetap harus memperhatikan dinamika pasar agar pasokan dan permintaan tetap seimbang.

“Harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand. Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan seusai menghadiri rapat terbatas bidang ekonomi bersama Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap momentum penguatan harga batu bara dapat meningkatkan kontribusi sektor mineral dan batu bara terhadap penerimaan devisa nasional.

Meski demikian, pemerintah belum memerinci bentuk relaksasi yang akan diterapkan, besaran tambahan produksi yang ditargetkan, maupun jadwal pelaksanaannya. Dengan demikian, kebijakan tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme dan cakupan implementasinya.

Hilirisasi Nikel dan Ekosistem Baterai Dipercepat

Selain mengoptimalkan sektor batu bara, pemerintah terus mendorong agenda hilirisasi mineral, terutama nikel. Bahlil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah meresmikan sejumlah pabrik di kawasan Weda Bay, Maluku Utara.

Pemerintah juga tengah mempersiapkan peresmian fasilitas ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), dan badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia.

“Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang. Yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan groundbreaking. Itu adalah kerja sama antara CATL dan BUMN kita,” kata Bahlil.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat industri hilir nasional, mulai dari pengolahan sumber daya mineral hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Melalui optimalisasi produksi batu bara dan percepatan hilirisasi mineral, pemerintah berupaya meningkatkan penerimaan devisa sekaligus memperkuat nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Tantangannya adalah memastikan kebijakan produksi berjalan seimbang dengan kebutuhan pasar, sementara investasi hilirisasi dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top