Jakarta|EGINDO.co Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pengumuman MSCI Inc. terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market terjadi di luar ekspektasi seluruh pemangku kepentingan. Untuk mengantisipasi gejolak lebih lanjut, otoritas bursa mengambil langkah darurat dengan memperketat batas Auto Rejection Bawah (ARB) menjadi 7 persen.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa sinyal pemangkasan status dari Emerging Market menjadi Standalone Market tersebut tidak pernah terindikasi sebelumnya. Bahkan, dalam pertemuan terakhir di Bangkok antara BEI, OJK, Badan Pengelola Investasi Danantara, dan MSCI, penyedia indeks global tersebut sempat menyampaikan apresiasi atas reformasi pasar modal yang tengah berjalan di Indonesia.
“Kami tidak pernah mendapatkan clue maupun warning langsung dari MSCI bahwa akan ada pengumuman seperti Jumat kemarin. Bahkan mayoritas partisipan dan investor global yang berkomunikasi dengan kami pun terkejut,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).
Langkah Darurat Meredam Volatilitas
Ketidaksiapan pelaku pasar terhadap pengumuman mendadak tersebut sempat memicu kepanikan massal hingga memicu trading halt pada sesi perdagangan sebelumnya. Respon emosional investor ini mendorong BEI mengambil kebijakan tak biasa dengan memotong batas ARB dari 15 persen menjadi 7 persen.
Kebijakan penyesuaian ARB ini dirancang untuk menahan laju penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta memberi jeda bagi pelaku pasar agar tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif di tengah tingginya ketidakpastian.
-
Penyesuaian ARB: Dipangkas dari 15% menjadi 7%.
-
Tujuan Utama: Mencegah aksi jual masif (panic selling) dan memberikan waktu bagi investor untuk mencerna situasi secara rasional.
-
Agendakan Diplomasi: BEI dijadwalkan menggelar pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (19/10/2026) pukul 15.30 WIB guna mendalami poin-poin keberatan dan kekhawatiran utama penyedia indeks tersebut.
Langkah responsif ini diharapkan dapat menstabilkan dinamika transaksi harian sembari otoritas bursa menuntaskan proses klarifikasi teknis bersama MSCI.
Disclaimer: Rangkuman berita ini disajikan untuk kebutuhan informasi dan tidak ditujukan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi berada di tangan masing-masing pembaca. (Sn)