Medan|EGINDO.co Pemerintah Kota Medan menyiapkan anggaran sebesar Rp360 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 untuk mempercepat penanganan banjir dan genangan di berbagai wilayah. Program prioritas ini mencakup penanganan 100 titik banjir, pembenahan drainase sepanjang 59 kilometer, serta peningkatan infrastruktur jalan sepanjang 123 kilometer.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan rencana tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2027, Selasa (13/10/2026).
Rico menegaskan, penanganan banjir membutuhkan strategi terpadu yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga perbaikan sistem drainase dan penguatan koordinasi antarpemerintahan.
Menurutnya, program pembangunan harus dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Penanganan banjir menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Medan dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Rico.
Drainase Terpadu Jadi Prioritas
Selain memperbaiki drainase dan jalan, Pemko Medan memberikan perhatian khusus terhadap banjir rob di kawasan Medan Utara, terutama Belawan. Penanganan wilayah pesisir ini akan dilakukan melalui integrasi sistem drainase dari saluran tersier, sekunder, hingga primer yang terhubung dengan saluran pembuangan atau sungai.
Pemko Medan juga akan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan banjir berjalan efektif sesuai kewenangan masing-masing.
Di luar pembangunan fisik, pengendalian banjir juga membutuhkan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan, pengelolaan saluran air yang optimal, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Pertumbuhan kawasan perkotaan, perubahan tata guna lahan, dan meningkatnya curah hujan menjadi sejumlah faktor yang memperkuat kebutuhan Medan terhadap sistem pengendalian air yang lebih andal.
Disesuaikan dengan Kemampuan Fiskal Daerah
Rico menegaskan, penyusunan APBD 2027 tetap mengacu pada kemampuan keuangan daerah, kebutuhan masyarakat, serta prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2025–2029.
Melalui alokasi anggaran Rp360 miliar tersebut, Pemko Medan berharap penanganan 100 titik banjir dapat berjalan lebih efektif, mengurangi genangan, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Keberhasilan program ini akan bergantung pada ketepatan pelaksanaan proyek, keterpaduan sistem drainase, serta kesinambungan pemeliharaan infrastruktur. Dengan langkah tersebut, pemerintah kota menargetkan pengendalian banjir menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan Medan terhadap perubahan kondisi lingkungan. (Sn)