Medan|EGINDO.co Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Sumatera Utara sepanjang periode 12 hingga 19 Oktober 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras berdurasi singkat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Berdasarkan analisis prospek cuaca BMKG, pemicu utama peningkatan intensitas cuaca signifikan ini disebabkan oleh dinamika atmosfer yang aktif. Beberapa faktor kunci yang terdeteksi antara lain aktivitas gelombang atmosfer, fenomena belokan angin (shearline), daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), serta tingkat labilitas udara yang tinggi di kawasan tersebut.
Kondisi atmosfer ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat secara lokal, yang umumnya terjadi pada sore hingga malam hari.
Sebaran Wilayah Terdampak
BMKG mencatat hampir seluruh kawasan di Sumatera Utara masuk dalam peta kewaspadaan. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:
-
Pesisir Timur & Perkotaan: Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu Selatan.
-
Dataran Tinggi & Pegunungan: Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Simalungun, Pematangsiantar, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, dan Mandailing Natal.
-
Pesisir Barat & Kepulauan: Tapanuli Tengah, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, serta Gunungsitoli.
Catatan Dinamika Cuaca di Kota Medan
Khusus di Kota Medan, data BMKG selama sepekan terakhir menunjukkan fluktuasi cuaca yang dinamis dan terik di siang hari, ditandai dengan tingkat kelembapan udara maksimum mencapai 97% dan minimum 54%.
Suhu udara maksimum di ibu kota provinsi ini tercatat menyentuh 34,8°C, dengan rata-rata 28,2°C dan minimum 24,2°C. Dari sisi curah hujan, tercatat akumulasi sebesar 111,9 mm dengan intensitas harian maksimum mencapai 40,1 mm. Kecepatan angin maksimum berada di angka 10 knot dengan arah dominan bergerak dari timur laut.
Langkah Mitigasi untuk Masyarakat
Mengingat perubahan cuaca dapat berlangsung secara mendadak, BMKG Sumut merilis sejumlah panduan keselamatan dan antisipasi bagi masyarakat:
-
Perlindungan Terik Siang Hari: Gunakan tabir surya atau pelindung diri serta jaga kecukupan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk menghindari efek radiasi sinar matahari dan dehidrasi.
-
Keselamatan Saat Hujan Kencang: Hindari berteduh di bawah pohon rindang, baliho, atau struktur bangunan yang rawan roboh ketika hujan disertai angin kencang melanda.
-
Antisipasi Banjir & Longsor: Periksa dan bersihkan saluran drainase di lingkungan permukiman untuk meminimalkan risiko genangan air. Warga di kawasan lereng bukit dan pegunungan diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi tanah longsor.
Masyarakat diharapkan memantau perkembangan dan pembaruan informasi cuaca terkini secara berkala melalui saluran informasi resmi BMKG. (Sn)