Yayasan Pangudi Luhur Jakarta Siap Gelar Nobar dan Diskusi Film Toleransi “Ageman” Karya Pemuda Lampung

Film Toleransi “Ageman” Karya Pemuda Lampung
Film Toleransi “Ageman” Karya Pemuda Lampung

Jakarta | EGINDO.com – Yayasan Pangudi Luhur Jakarta menyatakan kesiapan untuk menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film Ageman sebagai bagian dari kampanye toleransi antarumat beragama yang direncakanan dilaksanakan pada hari jumat 31 Oktober 2026.

Penayangan perdana film Ageman sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2026 di Balai Keratun Provinsi Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang akan dihadiri oleh Gubernur Lampung, Kapolda, Pangdam, Kabinda, kakanwil kemenag, ketua FKUB Provinsi Lampung serta tokoh agma dan tokoh masyarakat Lampung.

Kepala Badan Nasioal Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) Komjen. Pol. (Purn.) Eddy Hartono beserta jajaran juga telah terkonfirmasi akan menghadiri acara peluncuran penayangan perdana gala premier film Ageman di Lampung.

Ketua Panitia, Yohanes Rudi Heryanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran film Ageman yang di sutradarai oleh Jasper lance dan diproduseri oleh Ken Setiawan, mantan aktivis kelompok radikal yang kini terlibat dalam upaya edukasi perdamaian dan toleransi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, menghargai perbedaan, serta membangun kehidupan yang aman dan damai di tengah keberagaman agama dan keyakinan.

Menurut Yohanes, film Ageman memiliki potensi menjadi media edukasi yang efektif untuk mengajak masyarakat memahami pentingnya hidup berdampingan secara damai, tanpa memandang perbedaan latar belakang agama, suku, maupun budaya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme sejumlah daerah yang telah menyatakan kesiapan mengadakan kegiatan nobar dan diskusi, meskipun film tersebut belum resmi tayang perdana. “Ini menjadi hal yang menggembirakan. Bahkan sebelum resmi tayang perdana, sudah ada sejumlah daerah yang menyatakan kesiapan untuk mengadakan nobar dan diskusi film Ageman. Kami berharap semangat ini terus meluas ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Yohanes.

Menurutnya, kegiatan nobar sebaiknya tidak hanya menjadi ajang menyaksikan film, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi yang membuka ruang dialog, pertukaran pandangan, dan refleksi bersama mengenai pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perbedaan agama bukanlah alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, mempererat hubungan sosial, serta menjaga persatuan bangsa.

Yohanes berharap film Ageman dapat diputar dan didiskusikan secara luas di seluruh Indonesia, mulai dari lingkungan pendidikan, komunitas keagamaan, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai kelompok masyarakat lainnya. Ia menilai, edukasi toleransi perlu terus dilakukan melalui berbagai pendekatan yang menyentuh masyarakat, termasuk melalui karya seni dan perfilman. Dengan demikian, pesan perdamaian dapat disampaikan secara lebih dekat, menarik, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

“Harapan kami, film Ageman dapat ditonton dan didiskusikan di seluruh Indonesia. Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan aman, damai, dan saling menghormati meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda-beda,” ungkapnya.

“Kesiapan Yayasan Pangudi Luhur Jakarta menggelar nobar dan diskusi film Ageman menjadi bagian dari semangat bersama untuk memperluas ruang dialog antarumat beragama. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa persatuan Indonesia harus dijaga melalui sikap saling menghormati, menolak kebencian, dan merawat keberagaman. Melalui film Ageman, diharapkan semakin banyak masyarakat tergerak untuk menjadikan toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata demi Indonesia yang damai dan harmonis,” kata Yohanes Rudy menegaskan.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top