OKI Pulp & Paper Mills dan Indah Kiat Pulp & Paper Milik Sinarmas Lunasi Utang Triliunan

PT OKI Pulp & Paper Mills. (Foto dok: OKI Pulp & Paper Mills)
PT OKI Pulp & Paper Mills. (Foto dok: OKI Pulp & Paper Mills)

Jakarta | EGINDO.com – PT. OKI Pulp & Paper Mills dan PT Indah Kiat Pulp & Paper, dua pabrik milik Sinarmas melunasi utang triliunan rupiah. Dua emiten manufaktur kertas dan pulp bagian dari Sinarmas Group, PT OKI Pulp & Paper Mills dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), resmi melunasi sejumlah instrumen efek utang yang jatuh tempo pada Senin (12/10/2026) dimana atas pelunasan seluruh kewajiban tersebut.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) secara resmi menarik peringkat efek utang terkait. Berdasarkan data Pefindo pada Senin (12/10/2026) menyebutkan PT OKI Pulp & Paper Mills melunasi empat instrumen surat utang sekaligus.

Adapun efek utang tersebut meliputi Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri B senilai Rp1.608.890.000.000 bersertifikat peringkat idA+, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A dengan peringkat idA+(sy) senilai Rp333.200.000.000.

Selain itu, PT OKI Pulp & Paper Mills juga melunasi Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri B berperingkat idA+ senilai Rp 1.042.090.000.000,- serta Obligasi USD Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A berperingkat idA+ senilai USD1.058.000.

Kemudian pada hari yang sama, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk turut menyelesaikan pembayaran penuh atas dua instrumen obligasi valuta asing. Pelunasan mencakup Obligasi USD Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2025 Seri A senilai USD5.820.000 dan Obligasi USD Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 Seri A senilai USD1.495.000.

Kedua instrumen efek utang milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk tersebut tercatat memiliki peringkat idA+. Penarikan peringkat oleh Pefindo merupakan prosedur standar pasar modal setelah penerbit menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran pokok dan bunga atau imbal hasil surat utang.

Keberhasilan pelunasan obligasi, obligasi wawasan lingkungan, sukuk mudharabah, hingga obligasi berdenominasi USD ini memberikan sinyal positif bagi likuiditas dan manajemen kas korporasi di Indonesia. Langkah disiplin pelunasan kewajiban utang tepat waktu ini menjaga kepercayaan para investor pasar modal serta kredibilitas emiten industri kertas dan pulp nasional di Bursa Efek Indonesia.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top