Harga TBS Kelapa Sawit di Sumut Pekan Ini Turun Lagi, Tertinggi di Madina, Terendah di Labura

TBS
TBS Sawit diangkut menuju PKS. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Harga TBS Kelapa Sawit di Sumut pekan ini turun lagi. Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah penghasil Sumatra Utara (Sumut) pekan ini kembali turun. Harga tertinggi yang diterima petani turun dari Rp 3.400 menjadi Rp 3.360/kg dan masih berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sementara itu harga terendah TBS Kelapa Sawit pekan ini berada di Labuhanbatu Utara (Labura) yakni Rp 2.770/kg. Hal itu berberdasarkan data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut.

Adapun secara rinci, harga TBS Kelapa Sawit pada 15 daerah penghasil sawit di Sumut pekan ini sebagai berikut: 1. Langkat Rp 3.170/kg. 2. Deli Serdang Rp 2.980/kg. 3. Serdang Bedagai Rp 3.050/kg. 4. Simalungun Rp 2.900/kg. 5. Batubara Rp 2.960/kg. 6. Asahan Rp 2.890/kg. 7. Labuhanbatu Utara Rp 2.770/kg. 8. Labuhanbatu Rp 2.970/kg. 9. Labuhanbatu Selatan Rp 2.980/kg. 10. Padanglawas Utara Rp 3.160/kg. 11. Padanglawas Rp 3.060/kg. 12. Tapanuli Selatan Rp 2.950/kg. 13. Tapanuli Tengah Rp 2.940/kg. 14. Mandailing Natal Rp 3.360/kg. 15. Pakpak Bharat Rp 2.910/kg.

Dari kondisi harga TBS kelapa sawit maka harga rata-rata TBS kelapa sawit pada daerah penghasil sawit Sumut pekan ini berada pada kisaran Rp 2.770 hingga Rp 3.360/kg, turun dari pekan sebelumnya yang berkisar Rp 2.910 hingga Rp 3.400/kg. Akhirnya harga TBS kelapa sawit di Sumut secara keseluruhan mengalami penurunan pekan ini meskipun nilai penurunannya memang kecil.

Sementara itu EGINDO.com banyak menerima informasi bahwa harga TBS kelapa sawit yang diambil dari data Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut yang kemudian diekspose oleh beberapa orang petani kelapa sawit dari daerah penghasil kelapa sawit menyebutkan harga yang dipublish dari data Apkasindo Sumut masih selalu dibawah harga yang disebutkan dari Apkasindo Sumut. Selisih harga dari 200 hingga 400 rupiah per kilogram yang tercantum dan selisih harga tersebut langsung dirasakan petani sawit.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top