Jakarta|EGINDO.co Investasi melalui deposito bank digital tengah digandrungi masyarakat berkat penawaran suku bunga tinggi yang mencapai hingga 9% per tahun. Namun, di balik tawaran menggiurkan tersebut, nasabah diminta untuk lebih waspada terhadap potensi risiko yang mengintai.
Berdasarkan data terbaru, sejumlah bank digital papan atas menawarkan variasi bunga yang jauh melampaui standar perbankan konvensional:
-
Amar Bank: Memimpin dengan bunga tertinggi hingga 9% untuk tenor 36 bulan (berlaku bagi total saldo di bawah Rp2 miliar).
-
Krom Bank (Krom Max): Menawarkan bunga kompetitif hingga 8% untuk tenor 12 bulan.
-
Bank Neo Commerce (WOW): Memberikan bunga promo hingga 7,25% untuk tenor 6 dan 12 bulan yang berlaku sepanjang Oktober 2026.
-
Bank Jago & SeaBank: Masing-masing menawarkan kisaran bunga menarik hingga 6,25% dan 6%.
Catatan Penting: Risiko Melebihi Batas LPS
Meskipun menawarkan imbal hasil yang menggiurkan, masyarakat diimbau untuk tidak hanya tergiur oleh besaran persentase bunga. Ada beberapa catatan krusial yang perlu diperhatikan sebelum membuka deposito di bank digital:
-
Melewati Batas Penjaminan LPS: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk bank umum periode 1 Oktober 2026–31 Januari 2027 sebesar 3,75%.
-
Risiko Ditanggung Mandiri: Karena seluruh bunga deposito bank digital di atas berada di atas angka 3,75%, simpanan tersebut tidak memenuhi syarat penjaminan LPS. Jika terjadi risiko pada bank, pengembalian dana sepenuhnya ditanggung oleh nasabah.
-
Ketentuan Tambahan: Nasabah wajib memperhatikan syarat lain seperti ketentuan penalti pencairan lebih awal (seperti pada Krom Bank), minimal penempatan dana, potongan pajak bunga, hingga status kepatuhan bank.
Masyarakat dianjurkan untuk menimbang ulang secara matang antara peluang keuntungan tinggi dan profil risiko sebelum menempatkan dana mereka pada instrumen deposito digital. (Sn)