Jakarta|EGINDO.co Bank Indonesia (BI) memperkirakan tekanan inflasi meningkat pada November 2026 dan Februari 2027. Proyeksi tersebut tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) dalam Survei Penjualan Eceran (SPE) Agustus 2026.
BI mencatat IEH November 2026 naik menjadi 149,9 dari sebelumnya 146,5. Sementara itu, IEH Februari 2027 melonjak menjadi 177,9, dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 166,0. Kenaikan ini menunjukkan ekspektasi pelaku usaha terhadap harga ke depan semakin tinggi.
Di tengah meningkatnya ekspektasi harga, penjualan eceran masih menunjukkan pertumbuhan. Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan Juli 2026 sebesar 1,1%.
Secara bulanan, penjualan eceran tumbuh 0,8%, berbalik dari kontraksi 0,1% pada bulan sebelumnya. BI menilai kinerja tersebut didukung oleh permintaan masyarakat yang tetap terjaga selama periode Hari Kemerdekaan Indonesia.
Pertumbuhan tahunan terutama ditopang kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 2,6%, serta Suku Cadang dan Aksesori sebesar 3,9%. Adapun secara bulanan, penjualan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor meningkat 3,8%, sedangkan Makanan, Minuman, dan Tembakau tumbuh 1,7%.
Untuk September 2026, BI memperkirakan penjualan eceran tetap tumbuh 1,4% secara tahunan. Namun, secara bulanan penjualan diproyeksikan turun 2,3%, terutama akibat pelemahan pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau serta Barang Budaya dan Rekreasi.
Meski demikian, sejumlah kelompok diperkirakan masih mencatat pertumbuhan bulanan. Peralatan Informasi dan Komunikasi diproyeksikan naik 5,9%, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tumbuh 2,9%, serta Suku Cadang dan Aksesori meningkat 1,2%.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) November 2026 naik menjadi 148,2 dari 143,9 pada survei sebelumnya. Sebaliknya, IEP Februari 2027 tercatat 143,8, turun dari 158,0 pada Januari 2027.
Perkembangan ini menunjukkan prospek penjualan eceran masih tumbuh secara tahunan, tetapi tekanan harga yang diperkirakan meningkat perlu dicermati. Kenaikan ekspektasi harga menjadi salah satu indikator penting bagi pemantauan perkembangan inflasi ke depan. (Sn)