Washington | EGINDO.co – Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (5 Oktober) menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan pengemudi menggunakan solar berwarna merah yang bebas pajak—bahan bakar yang biasanya diperuntukkan bagi mesin pertanian dan peralatan non-jalan raya lainnya—di jalan umum.
Langkah ini diambil di tengah melonjaknya harga bahan bakar yang dikaitkan dengan perang Iran, yang membebani Partai Republik pimpinan Trump beberapa minggu menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Saat berbicara dalam sebuah rapat umum di Nebraska, Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa perintah tersebut akan “secara resmi menghapus persyaratan penggunaan non-jalan raya dan mengizinkan siapa saja untuk membeli solar berwarna merah bebas pajak untuk alasan apa pun”.
Presiden mengakui bahwa ia tidak familier dengan bahan bakar tersebut, seraya berseloroh kepada hadirin: “Saya tidak tahu apa itu sebenarnya, tapi apa pun itu, katanya sih sangat bagus.”
Solar berwarna merah pada dasarnya adalah bahan bakar yang sama dengan solar standar, namun dibebaskan dari pajak bahan bakar jalan raya.
Lembar fakta Gedung Putih yang dirilis bersamaan dengan perintah tersebut menjabarkan langkah yang lebih terbatas dibandingkan dengan apa yang diumumkan Trump di atas panggung.
Alih-alih menghapus pajak sepenuhnya, perintah tersebut menginstruksikan Menteri Keuangan Scott Bessent—dengan berkonsultasi bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth—untuk menunda pembayaran pajak atas solar berwarna yang digunakan di jalan raya hingga akhir tahun, tanpa bunga atau denda, serta mencari cara untuk menghapuskan kewajiban pajak tersebut secara total.
Gedung Putih menyatakan bahwa otoritas federal dan gubernur negara bagian dapat menggunakan diskresi mereka untuk menghentikan pemeriksaan dan membebaskan pengemudi dari kewajiban pajak yang seharusnya mereka tanggung.
Lembar fakta tersebut tidak menyinggung soal Iran, melainkan mengaitkan lonjakan harga dengan perang Rusia-Ukraina dan kekurangan kapasitas kilang secara global.
Dokumen itu juga menuding negara-negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat telah menutup kilang-kilang minyak demi kebijakan energi ramah lingkungan.
Dalam rapat umum di Nebraska tersebut, Trump juga memuji kesepakatan yang dicapai dengan Eropa bulan ini untuk melepas 100 juta barel solar olahan dari cadangan strategis selama empat bulan ke depan.
Sebelumnya, ia sempat melontarkan gagasan untuk melarang ekspor solar AS—bahan bakar yang menggerakkan truk, peralatan pertanian, dan mesin konstruksi. Harga solar di Amerika Serikat telah mencapai rekor tertinggi di atas US$6 per galon dalam beberapa pekan terakhir, di mana pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh pemasok utama, Rusia—menyusul serangan Ukraina terhadap fasilitas bahan bakarnya—turut menambah tekanan pada pasar global.
Sumber : CNA/SL