Manila | EGINDO.co – Otoritas Filipina telah menangkap lebih dari 200 pekerja asing dalam operasi penertiban terbesar tahun ini terhadap operator judi daring ilegal di negara tersebut, menurut keterangan biro imigrasi.
Manila melarang operator judi daring Filipina—yang secara lokal dikenal sebagai POGO—pada tahun 2024 dengan alasan bahwa kelompok kejahatan terorganisir memanfaatkannya sebagai kedok untuk perdagangan manusia, pencucian uang, penipuan daring, penculikan, dan pembunuhan.
Militer dan aparat penegak hukum lainnya menggerebek dua lokasi di wilayah selatan Mindanao pada hari Jumat (2 Oktober), menangkap 110 warga negara Tiongkok, dua warga Kamboja, dan seorang penduduk Hong Kong di salah satu lokasi, demikian pernyataan biro imigrasi yang dirilis pada Sabtu malam.
Sebanyak 131 warga asing lainnya ditangkap di lokasi kedua; mereka “sebagian besar adalah warga Tiongkok” namun juga mencakup warga negara Malaysia, Indonesia, dan Myanmar.
Biro tersebut menyatakan bahwa “sejumlah besar” peralatan komputer, ponsel, laptop, dan kartu SIM telah disita.
Pemerintah sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran terkait perdagangan manusia yang dilakukan oleh sejumlah orang yang ditangkap, sementara sisanya akan dideportasi.
“Kami akan terus menegakkan hukum imigrasi terhadap warga negara asing yang melanggar ketentuan izin tinggal mereka dan memastikan bahwa Filipina tidak dijadikan basis bagi kegiatan ilegal,” ujar kepala imigrasi Joel Viado dalam pernyataan tersebut.
Pihak berwenang menyebut penggerebekan ini sebagai “penertiban POGO terbesar tahun 2026”.
Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.
Sumber : CNA/SL