Penasihat SANTALA: Perbuatan Korup Para Pejabat Sungguh Sangat Menginjak-injak Pancasila

Ketua Dewan Penasihat SANTALA, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And
Ketua Dewan Penasihat SANTALA, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And

Jakarta | EGINDO.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pencinta Pancasila (SANTALA) dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, menyampaikan pernyataan demi untuk memperkokoh Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus sumber hukum.

“Kita bangga mempunyai Pancasila yang mengandung 5 dasar luhur kehidupan berbangsa. Tetapi sangat menyedihkan karena nilai luhur Pancasila hanya diucapkan saja terutama di gedung-gedung mewah. Perbuatan korup para pejabat sungguh sangat menginjak-injak Pancasila,” kata Ketua Dewan Penasihat Barisan Pencinta Pancasila (SANTALA) Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And dalam keterangan tertulisnya kepada EGINDO.com.

Ketua Dewan Penasihat Barisan Pencinta Pancasila menjelaskan bahwa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober perlu wujud nyata dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara.

“Nilai-nilai Pancasila digali dari kearifan lokal yang ada di Bumi Nusantara. Pancasila selaku ideologi negara, dasar negara, falsafah hidup bangsa, dan Pancasila pun adalah sumber hukum, maka, Pancasila harus dan wajib dijadikan pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara,” katanya menjelaskan.

Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And menegaskan bahwa Pancasila itu falsafah hidup bangsa Indonesia menjadi sumber hukum bagi bangsa Indonesia. Hal itu telah terbukti bahwa Pancasila mampu mempersatukan bangsa Indonesia meskipun terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama, dan budaya.

“Oleh karena itu, Pancasila harus dijaga dari segala gangguan. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tidak boleh ada ideologi manapun yang menggantikan Pancasila dan Pancasila sebagai pemersatu bangsa, menuju Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,” katanya menandaskan.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top