BRIN dan Anggota Komisi X DPR RI Latih Warga Medan Teknis Budidaya dan Inovasi Pengolahan Cabai Modern

Peneliti BRIN Gina Aliya Sopha, S.P., M.Si., Ph.D memaparkan tentang Pengolahan dan Budidaya Cabai di Kota Medan. (Foto: Fadmin Malau)
Peneliti BRIN Gina Aliya Sopha, S.P., M.Si., Ph.D memaparkan tentang Pengolahan dan Budidaya Cabai di Kota Medan. (Foto: Fadmin Malau)

Medan | EGINDO.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan dan Budidaya Cabai di Kota Medan, pada Sabtu (26/9/2026) di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra Bhinneka Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Bimtek Pengolahan dan Budidaya Cabai di Kota Medan itu dibuka secara resmi oleh anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan yang menegaskan bahwa komoditas cabai memegang peran penting dalam mengendalikan inflasi daerah. Oleh karena itu, riset terapan dari laboratorium tidak boleh berhenti diatas kertas, melainkan harus dipraktikkan langsung di lapangan oleh masyarakat.

“Saya itu bisa dimarahi istri kalau harga cabai mahal. Anggota DPR RI juga bisa dimarahi isteri gara-gara harga cabai mahal. Harga cabai berpengaruh dengan inflasi satu daerah. Untuk itu kita ingin masyarakat tidak sekadar menanam, tetapi paham teknologi pertaniannya. Melalui riset BRIN, kita harapkan cabai yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan produk olahannya memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar modern,” kata Sofyan Tan

Dijelaskan dr. Sofyan Tan bagaimana manfaat mengkonsumsi cabai bagi tubuh manusia secara medis. Mengkonsumsi cabai bukan hanya sekadar penyedap makan akan tetapi memiliki kandungan gizi, vitamin yang baik bagi kulit dan mampu mencegah penyakit

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan dan Budidaya Cabai di Kota Medan tentang teknologi riset untuk membantu petani dan pelaku UMKM lokal mengoptimalkan hasil panen serta mengatasi fluktuasi harga komoditas cabai di pasaran yang diikuti perwakilan organisasi, petani dan mahasiswa.

Para peserta Bimbingan Teknis Pengolahan dan Budidaya Cabai di Kota Medan, berfoto bersama dengan anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan dan peneliti BRIN Gina Aliya Sopha, S.P., M.Si., Ph.D di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra Bhinneka Medan. (Foto: Fadmin Malau)

Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra Bhinneka itu, BRIN menghadirkan peneliti ahli sebagai narasumber untuk edukasi teknis mencakup seluruh rantai produksi cabai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari persiapan tanam yang efisien hingga metode pengolahan pascapanen.

BRIN menghadirkan peneliti senior di bidang hortikultura sebagai narasumber peneliti ahli BRIN, Gina Aliya Sopha, S.P., M.Si., Ph.D. Dalam paparannya sebagai narasumber utama tentang edukasi teknis seluruh rantai produksi cabai dari hulu hingga ke hilir, mulai dari pengelolaan unsur hara tanah hingga metode pengolahan pascapanen.

Gina Aliya Sopha menjabarkan pentingnya pergeseran pola tanam dari metode konvensional ke berbasis riset pertanian terpadu. Ia menekankan bahwa tantangan utama budidaya cabai saat ini adalah perubahan iklim ekstrem dan tingginya biaya saprodi atau sarana produksi budidaya.

“Kunci utama budidaya cabai berkelanjutan terletak pada pengelolaan kesehatan tanah. Petani harus mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis dan beralih mengombinasikannya dengan pupuk organik serta pupuk hayati. Ini bukan hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga meningkatkan daya tahan tanaman cabai terhadap serangan hama tanaman dan penyakit di cuaca ekstrem,” jelas Gina Aliya Sopha.

Disamping itu juga dijelaskan tentang teknik penyeleksian varietas cabai yang memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan iklim ekstrem serta organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Optimalisasi Media Tanam dimana cara mengombinasikan pupuk organik dan agens hayati guna memicu pertumbuhan akar dan tinggi tanaman secara alami tanpa ketergantungan berlebih pada bahan kimia.

Lalu strategi pengolahan produk turunan cabai, seperti pengeringan modern dan pembuatan bubuk cabai, untuk mempertahankan kadar nutrisi (capsaicinoid) sekaligus memperpanjang masa simpan saat harga cabai segar jatuh.

Melalui Bimtek terpadu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan anggota Komisi X DPR RI, dr. Sofyan Tan para peserta dibekali kemampuan praktis agar mampu mengubah pola pertanian konvensional menjadi agribisnis modern yang lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top