Madinah Kota Nabi; Quba Masjid Pertama dalam Sejarah Islam, Mengunjunginya Bisa Pahalanya Setara Umrah

Masjid Quba pertama dibangun Nabi Muhammad SAW dan kini menjadi daya tarik wisata religi bagi umat Islam di dunia. (Foto: Fadmin Malau)
Masjid Quba pertama dibangun Nabi Muhammad SAW dan kini menjadi daya tarik wisata religi bagi umat Islam di dunia. (Foto: Fadmin Malau)

Catatan: Fadmin Malau

MADINAH kota nabi. Ya, Madinah Al-Munawwarah menjadi atmosfer ketenangan bagi yang mengunjunginya dan ketika berada di kota Nabi Muhammad SAW itu mendapatkan ketenangan jiwa. Bisa jadi kita atau Anda akan merasakan sebuah perjalanan spiritual ke kota nabi dan menapakkan kaki di Masjid Quba yang berada disekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi.

Masjid Quba menjadi sangat istimewa karena Masjid Quba bukan sekadar tempat ibadah biasa karena bila beribadah sesuai dengan yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW pahalanya setara dengan pahala melakukan umrah. Bayangkan pahalanya, setara dengan pahala mengerjakan umroh. Rasakan bagaimana ketika melaksanakan umroh, ibadah yang membutuhkan waktu, tenaga dan ketulusan hati yang hakiki. Kini, mengunjungi Masjid Quba bisa pahalanya setara dengan melaksanakan umrah.

Masjid Quba adalah masjid pertama dibangun Nabi Muhammad SAW dan kini menjadi daya tarik wisata religi bagi umat Islam di dunia. Kehadiran Masjid Quba juga terkait erat dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah.

Hijrahnya Nabi Muhammad SAW menjadi perpindahan geografis dalam Islam dan menjadi fajar baru untuk peradaban dunia. Hijrah Nabi Muhammad SAW pada Rabiul Awal tahun 1 Hijriah atau pada tahun 622 Masehi dimana gurun pasir yang terbentang antara Makkah dan Madinah menjadi saksi bisu dari sebuah peristiwa yang mengubah jalannya sejarah umat manusia.

Nabi Muhammad SAW melaksanakan hijrah dengan menempuh perjalanan penuh risiko, menguras fisik Rasulullah Muhammad SAW bersama sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kala itu Nabi Muhammad SAW tiba Yatsrib yang kini bernama Madinah tepatnya pada sebuah wilayah yang subur bernama Quba. Ketika Nabi Muhammad SAW tiba disambut dengan takbir yang membahana dan Nabi Muhammad SAW menetap selama empat hari di Quba.

Kemudian Nabi Muhammad SAW meletakkan batu pertama pembangunan masjid pertama bernama Masjid Quba. Ketika di Quba setelah menempuh perjalanan gurun yang membakar dan melelahkan, Rasulullah Muhammad SAW tidak hanya beristirahat melepas lelah, akan tetapi meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Quba. Rasulullah Muhammad SAW yang menggariskan kiblatnya, membawa batu-batu berat dengan tangannya sendiri, hingga tubuh mulianya dipenuhi debu dan itulah bukti sebuah peradaban baru yang hubungan umat manusia dengan Sang Pencipta.

Kini Masjid Quba yang megah setiap hari ribuan umat Islam dari berbagai negara mendatanginya dan sholat di dalam masjid. (Foto: Fadmin Malau)

Dalam sejarah Islam atau sirah nabawiyah menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menetap selama empat hari di Quba saat melakukan perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Waktu atau lamanya Nabi Muhammad SAW di Quba menurut kitab sirah yakni Al-Rahiq Al-Makhtum dan Sirah Ibnu Hisyam, Rasulullah SAW tiba di Quba pada hari Senin 8 Rabiul Awwal 1 Hijriah bertepatan dengan 23 September 622 M.

Rasullullah Muhammad SAW menetap selama empat hari yakni hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis serta kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah pada hari Jumat. Selama berada di Quba, Nabi Muhammad SAW menginap di rumah Kaltsum bin al-Hadm, sesepuh dari Bani Amr bin Auf. Dalam persinggahannya Nabi Muhammad SAW meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Quba dan menjadi masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.

Masjid Quba menjadi jejak pertama peradaban Islam dan tentunya Masjid Quba yang ada sekarang tidak lagi seperti yang pertama dibangun akan tetapi di lokasi itu, di tempat itu masjid berdiri merajut benang sejarah yang mengubah dunia. Masjid Quba, sebuah rumah ibadah kala itu masih sederhana di pinggiran Kota Madinah.

Kini masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam itu setiap hari ribuan umat Islam dari berbagai negara dipenjuru dunia mendatanginya. Hal itu sebagai penanda bahwa Masjid Quba bukan sekadar tempat bersujud, melainkan simbol awal dari fajar baru peradaban umat Islam.

Bila kembali dihayati hijrah Nabi Muhammad SAW yang dalam kejaran kafir Quraisy di Makkah melahirkan ketegangan akan tetapi ketegangan itu mencair menjadi haru biru ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Quba.

Jejak perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi cahaya bagi umat Islam yang berkunjung ke Madinah, Masjid Quba adalah destinasi yang memikat hati dengan “hadiah” spiritual atau pahala yang setara dengan pahala umroh.

Jemaah umroh Miqot Awal Hidayah Travel & Hajj Agency Medan di Masjid Quba sejenak berfoto bersama. (Foto: dok Miqot)

Rasulullah Muhammad SAW dalam sebuah hadis shahih, beliau bersabda: “Barangsiapa yang bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu shalat di dalamnya, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala umrah.” (Hadist Riwayat Ibnu Majah)

Berdasarkan hadist Rasullullah Muhammad SAW itu mengunjungi Masjid Quba menjadi sangat istimewa karena Masjid Quba bukan sekadar tempat ibadah biasa karena bila beribadah sesuai dengan yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW pahalanya setara dengan pahala melakukan umrah yakni bersuci atau berwudhu di rumahnya atau ditempat tinggalnya (hotel) kemudian mengunjungi Masjid Quba dan melakukan sholat di dalam masjid Quba pahalanya setara dengan umroh.

Artinya mengunjungi Masjid Quba dengan terlebih dahulu berwudhu dari tempat tinggal, jangan berwudhu di masjid dan melaksanakan sholat maka pahalanya sama dengan pahala umroh. Nah, kini setiap hari ribuan umat Islam mendatangi Masjid Quba dan selalu padat dengan jamaah sholat sebagai wujud menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Hari ini jika kita atau Anda melihat Masjid Quba, maka akan terpukau dengan arsitektur modern nan megah yang mampu menampung puluhan ribu jamaah. Masjid Quba berkilau dengan marmer putih, menara-menara tinggi yang menjulang ke langit dan kubah-kubah besar yang kokoh. Namun, bila 1448 tahun yang lalu kala itu Masjid Quba hanyalah sebuah bangunan persegi empat yang sangat bersahaja dimana dindingnya terbuat dari batu bata tanah liat. Tiang-tiangnya dari batang pohon kurma dan atapnya hanya jalinan pelepah kurma yang diselingi tanah.

Kini terjadi transformasi fisik menjadi metafora yang indah. Masjid Quba menjadi pengingat abadi. Setiap jengkal tanahnya bercerita tentang keringat para sahabat, keteguhan hati sang Nabi Muhammad SAW.@

***

(Bersambung Sabtu; Madinah Kota Nabi………. )

Scroll to Top