Las Vegas, NV | EGINDO.co – Andre Agassi menyarankan mantan juara AS Terbuka, Emma Raducanu, untuk tidak menilai usahanya berdasarkan hasil akhir dan agar merasa nyaman dengan dirinya sendiri, setelah Raducanu mengungkapkan bahwa otobiografi Agassi menginspirasinya dalam upaya bangkit dari penurunan performa selama lima tahun di turnamen-turnamen Grand Slam.
Agassi, pemenang delapan gelar Grand Slam, pernah mengalami masa paceklik prestasi selama empat tahun di antara kemenangannya di Australia Terbuka 1995 dan Prancis Terbuka 1999; pada masa itu, peringkat dunianya sempat merosot hingga ke posisi 141.
Petenis asal Amerika Serikat itu menulis tentang perjuangannya untuk kembali ke performa terbaik dalam otobiografinya yang terbit pada tahun 2009. Raducanu, petenis Inggris berusia 23 tahun, belum pernah lagi menembus babak perempat final turnamen Grand Slam sejak kemenangan mengejutkannya di AS Terbuka 2021.
“Saya akan menyarankannya untuk fokus menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri setiap harinya, namun jangan menilai hal itu berdasarkan hasil akhir atau berpikir bahwa Anda harus selalu berada di kondisi 100 persen,” ujar Agassi kepada BBC pada hari Rabu.
“Anda harus belajar untuk memberikan 100 persen kemampuan dari kondisi apa pun yang sedang Anda alami saat itu, (serta) merasa nyaman dengan jati diri Anda dalam situasi tersebut, tanpa memedulikan perkataan orang lain.”
Naomi Osaka dari Jepang, yang memenangkan gelar Grand Slam keempatnya pada tahun 2021, juga mendapatkan inspirasi dari buku Agassi tahun lalu, saat ia berhasil mencapai semifinal AS Terbuka untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
Sumber : CNA/SL