Washington | EGINDO.co – Federal Aviation Administration (FAA) pada hari Senin menyatakan telah mulai menggunakan sistem baru berbasis perangkat lunak yang memanfaatkan analitik prediktif untuk meningkatkan pengelolaan penerbangan.
Pada bulan Juni, FAA memberikan kontrak berdurasi 12 tahun senilai US$875 juta kepada Air Space Intelligence. Untuk tahap awal, alat berbasis kecerdasan buatan (AI) ini digunakan di wilayah udara sekitar Washington, D.C., dan rencananya akan diperluas secara bertahap ke wilayah lain di Amerika Serikat.
Sumber : CNA/SL