Dari Sriwijaya Phex 2026 di Palembang, Sumut Boyong 7 Medali, Akhirnya 2027 Jakarta 5 Abad

Fadli Zon Menteri Kebudayaan Indonesia berada ditengah-tengah pengunjung Sriwijaya Phex 2026 di Palembang Square Mall. (Foto: koleksi Fadmin Malau)
Fadli Zon Menteri Kebudayaan Indonesia berada ditengah-tengah pengunjung Sriwijaya Phex 2026 di Palembang Square Mall. (Foto: koleksi Fadmin Malau)

Catatan: Fadmin Malau dan Agus Kirnanda

SRIWIJAYA PHEX 2026 resmi ditutup setelah berlangsung dari 10 hingga 13 September 2026 di Palembang, tepatnya di Palembang Square (PS) Mall dan kontingen dari Sumatera Utara (Sumut) memboyong 7 Medali. Kemudian dari Kota Pelembang menuju Jakarta 5 Abad pada tahun 2027 mendatang.

Penutupan Sriwijaya Phex 2026 dilakukan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI), Drs. Mahpudi, MT, pada Minggu 13 September 2026 dengan dihadiri seluruh delegasi dari 12 Pengurus Daerah (PD) PFI se-Indonesia dan berbagai instansi terkait yang sebelumnya Sriwijaya Phex 2026 dibuka Ketua Umum PP PFI Fadli Zon yang juga Menteri Kebudayaan Indonesia.

Lengkap sudah Sriwijaya Phex 2026 dibuka Ketua Umum PP PFI dan ditutup Sekretaris Jenderal PP PFI dimana pada momen penutupan itu menjadi ajang pengumuman pemenang dari berbagai kategori lomba yang digelar selama pameran.

Dalam sambutannya, Mahpudi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas suksesnya penyelenggaraan acara. Parameter keberhasilan itu katanya terlihat jelas dari tingginya antusiasme peserta, membludaknya jumlah kunjungan harian, hingga terpajangnya 200 panel pameran yang melibatkan lebih dari 100 klub filateli pelajar dan 50 peserta kategori dewasa.

Penulis Agus Kirnanda, M.Si (paling kiri) yang juga Sekretaris PD PFI Sumatera Utara pada saat mendukung “Jakarta 5 Abad” 2027. (Foto: koleksi Fadmin Malau)

Menjadi catatan penulis bahwa Pengurus Daerah PFI Provinsi Sumatera Utara mendapat 7 medali penghargaan dari 7 judul koleksi yang ditayangkan sepanjang pameran: 1. The Study of Postal Cancellation in Northern Sumatera Netherland Indies 1874-1941 (Kategori Postal History, 5 Frame) – karya Drs. H. Syahniman, M.Si. 2. Evolusi Dunia Penerbangan (Kategori Tematik, 5 Frame) – karya Agus Kirnanda, M.Si. 3. Destinasi Wisata Indonesia – karya Redi Sofyan dari Komunitas Filateli Binjai (Komfilbin). 4. Pakaian Pengantin, Pakaian Adat – karya Lukman Yanis dari Komunitas Filateli Batubara. 5. H. M. Soeharto Riwayat Hidup – karya Vinrich Siswoyo dari Komunitas Filateli Sumut. 6. Sir Rowland Hill – karya Aulia Arfan dari Club Filateli Medan. 7. Pesawat Terbang – karya Wahyu Rahmadana dari Komunitas Filateli Binjai (Komfilbin).

Ketua PD PFI Provinsi Sumatera Utara, Drs. H. Syahniman, M.Si, menyambut baik Sriwijaya Phex 2026 meskipun bukan berupa ajang kompetisi. Diharapkannya pencapaian tersebut menjadi pemantik semangat agar pada masa mendatang semakin banyak kolektor dan komunitas dari Sumatera Utara yang aktif berpartisipasi serta melahirkan koleksi-koleksi berkualitas pada ajang serupa.

Rapat Tahunan Nasional (RTN) PFI 2026

Sriwijaya Phex 2026 dibuka Ketua Umum PP PFI Fadli Zon yang juga Menteri Kebudayaan Indonesia itu juga membuka Rapat Tahunan Nasional (RTN) PFI 2026 yang dilangsungkan di Palembang.

Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon membuka Rapat Tahunan Nasional PFI 2026 di di Hotel Aryaduta Palembang. (Foto: koleksi Fadmin Malau)

Jadilah Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI) menggelar Rapat Tahunan Nasional (RTN) 2026 di Hotel Aryaduta Palembang pada Jumat, 11 September 2026. Acara tahunan itu dipinpin oleh Ketua Umum PFI Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc yang juga Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

RTN PFI 2026 menjadi pertemuan strategis sebab dihadiri oleh para peserta perwakilan pengurus dari 12 Pengurus Daerah (Pengda) PFI di tingkat provinsi. Agenda utama RTN berfokus pada penyampaian laporan kerja periode 2025–2026 serta pemaparan rencana program kerja menyongsong tahun 2027.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran komunitas hobi seperti filateli dalam pelestarian sejarah. Diharapkannya PFI dapat hadir secara aktif dan berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan yang memajukan kebudayaan bangsa. Katanya seluruh filatelis di Indonesia harus mampu menjadi agen-agen perubahan yang berperan aktif menjaga warisan kebudayaan bangsa Indonesia yang sangat kaya.

Fadli Zon mengingatkan bahwa kontribusi PFI dapat diselaraskan dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Undang-undang tersebut mengamanatkan pelestarian terhadap 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang meliputi tradisi lisan dan manuskrip. Adat istiadat dan ritus. Pengetahuan tradisional dan teknologi tradisional. Bahasa dan seni. Permainan rakyat serta olahraga tradisional.

Perangko dan benda-benda filateli dinilai menjadi media visual yang efektif untuk mendokumentasikan serta mengenalkan kesepuluh unsur kebudayaan tersebut kepada generasi muda. Untuk itu perlu sinergi Program Kerja 2027–2028 dan Kongres 5 Tahunan.

Selain mengevaluasi capaian setahun terakhir, momentum RTN PFI 2026 juga digunakan oleh seluruh Pengurus Daerah untuk mematangkan agenda nasional menyongsong periode 2027–2028. Berdasarkan hasil rekapitulasi rapat, PFI telah menyusun peta jalan kegiatan filateli yang masif pada berbagai daerah di Indonesia. Sepanjang tahun 2027 hingga 2028, masyarakat akan disuguhkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari Pameran, Kompetisi, Sosialisasi, Workshop, Dialog, hingga Diklat Filatelis.

Para delegasi dari Pengurus Daerah PFI Provinsi se-Indonesia Sriwijaya Phex 2026 di Palembang. (Foto: koleksi Fadmin Malau)

Disamping itu RTN PFI di Palembang mengonfirmasi kesiapan PFI untuk menggelar agenda tertinggi organisasi yakni Kongres 5 Tahunan PFI yang direncanakan bakal berlangsung di Provinsi Maluku pada tahun 2027 mendatang. Melalui rangkaian program tersebut PFI berkomitmen untuk terus menghidupkan dunia filateli sekaligus memperkuat jati diri budaya Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Ketua Umum PP PFI Terkesima Sambutan Filatelis Sumatra Selatan

Menjadi catatan penulis bahwa berbarengan dengan hajatan Sriwijaya Phex 2026 yang diselenggarakan di Palembang Square Mall dari 10 hingga 13 September 2026, Fadli Zon selaku Ketua Umum PP PFI sekaligus Mentri Kebudayaan RI membuka kegiatan ditengah riuhnya Pengurus PD PFI seluruh Indonesia dan peserta kegiatan yang memadati area Mall di pusat Kota Palembang.

Berkesempatan dalam pembukaan, sambil berkeliling melihat satu persatu koleksi peserta Nasional maupun Internasional, Mentri Kebudayaan RI menyambut dengan antusias para Klub Filateli Sekolah sebanyak 240 sekolah terintegrasi Inovasi Literasi Filateli program Diknas Kota Palembang.

Para siswa dan guru pendamping juga antusias saat Menteri Kebudayaan menyalami satu persatu siswa, diajak ngobrol asyik tentang filateli dan prangko istimewa. Menteri Kebudayaan berharap kegiatan tersebut berkelanjutan dan dapat merangkul komunitas filateli dan postcrossing dari seluruh Indonesia, sekaligus melantik PC PFI seluruh Sumatera Selatan.

Jangan lupa, masyarakat masih bisa menyaksikan koleksi-koleksi yang didatangkan dari mancanegara seperti India, Cina, Macau, Nepal, Thailand, Malaysia. Singapore, dan Brunai Darussalam. Lengkap menjadi ramai agenda internasional pertama di Sumatra.

Dari bumi Sriwijaya berlangsung Sriwijaya Phex 2026 di Palembang menghadirkan aksara Jawi dan dunia filateli, pesan pemerintahan dari masa ke masa, sebuah peradaban akan selalu berganti, tetapi makna dibalik kemasyhuran dan keruntuhan dinasti dan pemerintahan akan tercatat dalam catatan tertulis ataupun prasasti terpahat.

Ya, itulah dia. Budaya aksara Jawi atau dikenal dengan aksara Arab Melayu. Hukum pemerintahan dan legacy yang ditorehkan memuat banyak kepentingan dan pesan tersurat. Untuk itu bahasa dan tulis adalah perekat dan simbolik kekuasaan sebagai bukti bentuk peradaban maju dibandingkan mitra atau seteru. Tulisan atau bentuk tulisan sebagai literasi tercetak mencerminkan bangsa atau suku tersebut telah maju dalam dinamika perkembangan sosial, budaya, komunikasi antar bangsa dan hegemoni kekuasaan dalam konteks pengaruh kawasan global.

Kekuasaan atau pemeruntahan yang sah selalu memiliki aturan tertulis yang harus dituangkan dalam benda abadi agar masyarakatnya dapat memahami dan mematuhi aturan dan larangan dalam berkehidupan. Nah, layaknya aksara Jawi adalah simbol dialogis dan komunike yang wajib dipertahankan.

Sambut “Jakarta 5 Abad” Tahun 2027

Sriwijaya Phex 2026 PD PFI DKI Jakarta menyatakan siap menggelar Pameran Filateli Akbar. Pengurus Daerah Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PD PFI DKI Jakarta) menyatakan kesiapan penuh untuk menyelenggarakan Pameran Filateli Akbar dalam rangka menyambut momentum bersejarah “Jakarta 5 Abad” yang akan jatuh pada tahun 2027 mendatang.

Para siswa dan guru pendamping antusias dalam hajatan Sriwijaya Phex 2026 di Palembang Square Mall dari 10 hingga 13 September 2026. (Foto: koleksi Fadmin Malau)

Komitmen itu disampaikan Sekretaris PD PFI DKI Jakarta, Tommy Irawan Pangaribuan, pada saat berlangsung agenda Rapat Tahunan Nasional (RTN) PFI di Hotel Aryaduta Palembang, pada Jumat 11 September 2026.

Dalam pemaparan program kerja strategis disampaikan dihadapan Ketua Umum PFI Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., dan delegasi dari 12 Pengurus Daerah PFI Provinsi se-Indonesia bahwa rencana penyelenggaraan Pameran Filateli “Jakarta 5 Abad” itu langsung disambut hangat dan mendapat apresiasi tinggi dari Fadli Zon serta seluruh peserta rapat.

Pengurus Pusat (PP) beserta segenap Pengurus Daerah yang hadir serentak menyatakan komitmennya untuk ikut berkontribusi, mendukung, dan memeriahkan event akbar tersebut. Merespons paparan program tersebut, Ketua Umum PFI Fadli Zon memberikan instruksi khusus kepada jajaran pengurus Jakarta, meminta agar PD PFI DKI Jakarta segera melakukan koordinasi secara intensif, baik secara internal maupun eksternal.

“Kami meminta PD PFI DKI Jakarta untuk membangun komunikasi yang kuat dengan Pengurus Pusat, Pengurus Daerah lain, serta merangkul para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi-instansi strategis lainnya, demi menyukseskan acara ini,” kata Fadli Zon menegaskan.

Pada kesempatan terdebut, Drs. Syahniman, M.Si, selaku Ketua PD PFI Sumatera Utara, menyatakan siap mendukung dan menyukseskan kegiatan, apabila diperlukan PD PFI Sumatera Utara siap untuk berkolaborasi.

Pada kesempatan yang sma Tommy Irawan Pangaribuan menegaskan bahwa momentum lima abad Jakarta merupakan peluang emas bagi dunia filateli untuk menampilkan rekam jejak visual perjalanan sejarah, budaya, dan transformasi ibu kota dari masa ke masa melalui perangko dan benda pos bernilai tinggi. Dengan dukungan penuh dari ekosistem filateli nasional dan sinergi bersama pemerintah daerah, pameran diharapkan tidak hanya menjadi pesta bagi para kolektor, tetapi juga menjadi wahana edukasi budaya dan sejarah yang memikat bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda.@

***

Scroll to Top