Webinar Weed Management, Mengelola Gulma Kelapa Sawit Secara Efektif dan Efisien

Webinar Weed Management, mengelola gulma Kelapa Sawit
Webinar Weed Management, mengelola gulma Kelapa Sawit

Jakarta | EGINDO.com – Mengelola gulma kelapa sawit secara efektif dan efisien harus dilakukan untuk keberhasilan tanaman perkebunan kelapa sawit. Pengendalian gulma kelapa sawit harus tepat, cepat dan memperhatikan aspek lingkungan.

Hal itu dikatakan Dr. Ir. Askif Pasaribu, Weed Scientist & Plantation Consultant dalam Webinar Weed Management yang dilaksanakan pada Sabtu (19/9/2026) oleh Universiti Teknologi Mara (UiTM) Perlis, Malaysia dengan Rahasta Bina Unggul.

Menurut Dr. Askif Pasaribu bahwa Goosegrass (Eleusine Indica) menjadi salah satu gulma yang sulit dikendalikan di perkebunan kelapa sawit. Namun, meskipun sulit bukan berarti tidak bisa dikendalikan maka dari itu yang terpenting bagaimana mengelola gulma kelapa sawit secara efektif dan efisien.

“Goosegrass atau Eleusine Indica menjadi salah satu gulma yang sulit dikendalikan di perkebunan kelapa sawit. Apakah penyebabnya toleransi atau resistensi? Dan yang lebih penting, apakah weed management yang efisien benar-benar dapat diterapkan di lapangan,” katanya.

Para perserta Webinar Weed Management dilaksanakan Sabtu (19/9/2026) oleh Universiti Teknologi Mara (UiTM) Perlis, Malaysia dengan Rahasta Bina Unggul

Goosegrass (Eleusine indica) dikenal sebagai rumput belulang, adalah gulma rumput-rumputan yang sangat tangguh dan sulit dikendalikan. Rumput tersebut memiliki akar yang sangat kuat, serta daya tahan tinggi terhadap cuaca panas, kekeringan, dan injakan. Keberadaan gulma tersebut sangat merugikan karena menjadi pesaing agresif tanaman budidaya dalam memperebutkan unsur hara dan air.

Disamping itu, rumput belulang juga dikenal resisten atau kebal terhadap beberapa jenis herbisida komersial, sehingga memerlukan strategi penanganan khusus untuk membasminya. Dari kondisi tersebut Webinar Weed Management yang dilaksanakan bersama para ahli dan praktisi di bidang perkebunan menjawabnya dengan mengangkat topic Why Is Goosegrass (Eleusine Indica) Difficult to Control in Oil Palm? Tolerant or Resistant.

Webinar Weed Management yang diikuti sebanyak 93 peserta dari para akademisi, praktisi Kelapa Sawit Plantation Staff & Managers, Agronomists/R&D, Researchers, Lecturers & Students, serta seluruh professional industri kelapa sawit dengan Moderator Prof. Dr. Denny Kurniadi, Guru Besar Fakultas Pertanian UNPAD itu membahas tentang kehadiran gulma pada tanaman perkebunan kelapa sawit.

Prof. Dr. Chuah Tse Seng dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Perlis, Malaysia sebagai narasumber menjelaskan tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk pengendalian gulma kelapa sawit secara teknis yang disambut antusias peserta dengan berbagai pertanyaan sehubungan dengan teknis penanganan gulma kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit.

Hal yang hampir sama Dr. Askif Pasaribu alumni dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan Sumatera Utara dan juga Weed Scientist & Plantation Consultant itu memaparkan bahwa sesungguhnya pengendalian gulma pada tanaman kelapa sawit harus tepat, cepat dan memperhatikan aspek lingkungan. Pasalnya karena dalam implementasi pengendalian gulma tidak bisa disamaratakan seluruhnya, faktor lingkungan harus menjadi perhatian.

Dijelaskan Askif Pasaribu, harus tepat dan cepat yakni pengendalian gulma harus tepat sasaran, termasuk tepat dalam menggunakan dosis pengendalian gulma kelapa sawit yang menggunakan herbisida dan harus cepat yakni gulma harus segera dikendalikan agar tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dan berkembang secara normal serta maksimal dalam produksi kelapa sawit.@

Fd/timEGINDO.com

Scroll to Top