Jakarta|EGINDO.co Kebijakan energi Indonesia bersiap menghadapi babak baru. Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar seluruh perumusan kebijakan energi ke depan menerapkan kolaborasi erat lintas sektor yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah.
Arahan strategis tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai menghadiri Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) perdana di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis malam, 17 September 2026. Menurut Bahlil, sinergi tiga pilar utama ini menjadi kunci utama untuk melahirkan kebijakan energi yang kokoh dan tepat sasaran.
Selain fokus pada kolaborasi lintas sektor, pemerintah juga bersiap melakukan langkah besar terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Minyak dan Gas Bumi (Migas). Dalam arahannya yang disampaikan pada Kamis (17/9/2026), Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan kelembagaan DEN agar berada langsung di bawah kendali Presiden. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan efektivitas koordinasi dan pengawasan sektor energi nasional.
Kementerian ESDM selaku instansi teknis memastikan akan langsung mengeksekusi seluruh instruksi kepala negara tersebut. Penguatan kelembagaan DEN dan sinergi kebijakan yang dibahas dalam Sidang Paripurna DEN pertama di tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa sektor energi Indonesia tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan. (Sn)