Jepang Berjanji Akan Berupaya Menjaga Pergerakan Yen Tetap Tertib

Ilustrasi Mata Uang Jepang Yen
Ilustrasi Mata Uang Jepang Yen

Tokyo | EGINDO.co – Jepang akan terus berupaya menjaga pergerakan yen tetap tertib melalui komunikasi erat dengan Amerika Serikat, demikian disampaikan oleh juru bicara utama pemerintah pada hari Kamis menyusul kembali melemahnya nilai tukar yen.

Kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada hari Rabu memicu penguatan dolar secara luas. Nilai tukar yen turun ke kisaran 155,50 di pasar Asia pada hari Kamis, menjauh dari level tertinggi tujuh bulan di angka 152,89 yang sempat dicapai awal bulan ini akibat spekulasi mengenai kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Bank of Japan (BOJ).

“Kami akan terus berkomunikasi secara erat dengan Departemen Keuangan AS dan berupaya menjaga pasar mata uang tetap tertib,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara dalam konferensi pers rutin saat ditanya mengenai langkah The Fed tersebut.

“Sikap kami sama sekali tidak berubah sejak Jepang dan AS melakukan intervensi bersama pada akhir Juli lalu,” tegasnya.

Jepang dan Amerika Serikat meluncurkan langkah intervensi bersama yang jarang terjadi berupa pembelian yen pada tanggal 31 Juli dan berjanji akan mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan untuk menopang mata uang tersebut; langkah ini berhasil mengangkat yen jauh dari level terendah dalam 40 tahun di kisaran 164 yang sempat tercatat pada awal Juli.

Menteri Keuangan Satsuki Katayama dalam pengarahan pers terpisah menyatakan bahwa Jepang telah menegaskan tekadnya untuk mengatasi volatilitas mata uang yang berlebihan saat meluncurkan intervensi bersama tersebut.

Katayama juga mengatakan ia berharap BOJ akan berkoordinasi erat dengan pemerintah dan menjalankan kebijakan moneter yang tepat guna mencapai target inflasi sebesar 2 persen.

Baik Kihara maupun Katayama kembali ditunjuk untuk memegang jabatan mereka dalam perombakan kabinet yang diumumkan kemudian pada hari Kamis.

BOJ dijadwalkan akan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun sebesar 1,25 persen pada hari Jumat, meskipun para analis menilai langkah yang sudah banyak diperkirakan ini kemungkinan tidak akan mampu menopang yen kecuali Gubernur Kazuo Ueda menyampaikan pesan yang bernada *hawkish* (cenderung mendukung pengetatan kebijakan) mengenai laju kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top