Percepat Penanganan Sampah, Proyek PSEL Bogor Raya 1 Ditargetkan Rampung dalam 2 Tahun

Ilustrasi
Ilustrasi

Bogor|EGINDO.co Pemerintah secara resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kabupaten Bogor. Proyek strategis yang dikelola oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia ini diproyeksikan tuntas dalam waktu maksimal dua tahun untuk mengatasi darurat sampah nasional.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkapkan, percepatan ini krusial mengingat volume sampah yang terus meningkat setiap hari, terutama sampah organik yang kerap menimbulkan bau tidak sedap. Secara nasional, pemerintah menargetkan seluruh infrastruktur PSEL rampung pada 2029 untuk mencakup ratusan kabupaten/kota lain di Indonesia.

“Kami berharap maksimum 2 tahun ke depan ini selesai. PSEL ini baru melingkupi sekitar 60-an kabupaten/kota, masih ada 470-an kabupaten/kota yang harus dikerjakan,” ujar Jumhur dalam peresmian proyek, Kamis (17/9/2026).

Sementara itu, CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir memaparkan bahwa fasilitas ini menelan nilai investasi hingga Rp2,8 triliun. Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, atau mencakup sekitar 45% dari total timbulan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor.

Kehadiran PSEL Bogor Raya 1 tidak hanya berfokus pada energi terbarukan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan, meliputi:

  • Mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80%.

  • Membuka lapangan kerja baru bagi 1.200 orang.

  • Menandai kelanjutan komitmen energi hijau setelah penandatanganan proyek serupa di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir. (Sn)

Scroll to Top