Hanoi | EGINDO.co – Serangkaian kesepakatan diperkirakan akan diumumkan pekan depan oleh perusahaan-perusahaan AS dan Vietnam yang bergerak di bidang energi, teknologi, penerbangan, dan keuangan, seiring dengan kunjungan pemimpin Vietnam To Lam ke New York; demikian menurut para pejabat dan dua dokumen yang ditinjau oleh Reuters.
Kesepakatan komersial—yang sebagian besar diperkirakan tidak mengikat secara hukum—telah menjadi bagian dari strategi Vietnam selama berbulan-bulan untuk meredakan ketegangan dengan Washington, di tengah ancaman pemerintahan Trump untuk menerapkan tarif baru terhadap negara Asia Tenggara yang sangat bergantung pada ekspor tersebut.
Sebuah catatan perencanaan internal mencantumkan 29 kesepakatan yang dapat diumumkan pada 23 September di New York dalam sebuah konferensi bisnis yang akan dihadiri oleh To Lam.
Perusahaan energi AS, Murphy Oil dan Chevron, diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan milik negara Petrovietnam, sementara ExxonMobil dijadwalkan mengumumkan kesepakatan dengan Vietnam Refinery and Petrochemical Corporation, perusahaan kilang terbesar kedua di negara itu.
Pada bulan Februari, perusahaan kilang tersebut menandatangani kesepakatan pasokan minyak yang tidak mengikat dengan Chevron, namun tidak ada pengumuman mengenai pembelian lanjutan setelahnya. Murphy Oil aktif dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Vietnam, sementara ExxonMobil mengoperasikan ladang gas terbesar di negara itu yang hingga kini belum dikembangkan.
Kesepakatan-kesepakatan tersebut rencananya akan diumumkan pada hari terakhir kunjungan To Lam di New York sebelum ia bertolak ke Kanada untuk kunjungan kenegaraan.
Ia diperkirakan akan berpidato di Sidang Umum PBB pada 22 September dan mengadakan pertemuan dengan sejumlah perusahaan AS, menurut keterangan tiga pejabat. Jadwal kegiatannya belum diumumkan secara resmi.
Kunjungannya juga bertujuan untuk memajukan perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat, dan kemungkinan menyepakati perjanjian perdagangan yang telah dinegosiasikan selama lebih dari satu tahun, ujar dua pejabat tersebut.
Namun, pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump belum dapat dipastikan, kata sumber-sumber tersebut. Jadwal Trump belum dikonfirmasi, menurut seorang pejabat Gedung Putih pada hari Selasa.
Baik Kementerian Luar Negeri Vietnam maupun perusahaan-perusahaan yang disebut dalam artikel ini tidak segera menanggapi permintaan komentar; beberapa di antaranya dihubungi di luar jam kerja.
Penerbangan, Teknologi
Dokumen tersebut—yang masih dapat berubah dan tidak merinci isi kesepakatan yang direncanakan—juga mencantumkan beberapa kesepakatan yang melibatkan maskapai penerbangan swasta terbesar Vietnam, Vietjet, termasuk kerja sama dengan mitra penerbangan dan SpaceX. Menurut dokumen terpisah dari Vietjet, perusahaan tersebut diperkirakan akan mengumumkan penyewaan hingga 22 pesawat dari empat perusahaan penyewaan pesawat, yang mencakup 17 jet Boeing 737 dan lima Airbus A321neo.
Berdasarkan dokumen Vietjet tersebut, rencana kontrak dengan SpaceX mencakup penyediaan layanan internet satelit dari Starlink untuk 120 pesawat milik Vietjet.
Maskapai ini juga berencana menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan perawatan mesin jet asal AS, sebagaimana tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut.
Daftar sementara itu juga mencakup kesepakatan yang belum dirinci antara Meta dan Kementerian Kebudayaan Vietnam, serta kesepakatan terpisah antara raksasa cip AS, Qualcomm, dengan perusahaan telekomunikasi Vietnam, VNPT. Qualcomm telah terlibat aktif dalam peluncuran jaringan 5G di Vietnam, sementara Facebook milik Meta merupakan media sosial paling populer di negara yang dipimpin oleh Partai Komunis tersebut.
Menurut dokumen tersebut, Visa, Mastercard, dan Citibank juga diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan dengan mitra di sektor keuangan dan perhotelan di Vietnam.
Sumber : CNA/SL